});
Festival Kamoro

Tak Hanya Simpan Keindahan Alam, Papua Punya 5 Festival Seru

Cek kalender, tampaknya ada banyak long weekend yang bisa dimanfaatkan untuk liburan yang agak lebih puas. Cek tiket pesawat Sriwijaya, tampaknya pula ada harga yang cocok di hari-hari yang dipilih dari kalender tadi. Well, berlibur ke tempat wisata yang jauh dari suasana kota memang tak melulu soal keindahan alam. Kalau kamu pergi ke Papua misalnya, tak hanya ada Raja Ampat di sana.

Ya, selain Raja Ampat, Papua masih menyimpan banyak sekali tempat terindah yang menjanjikan pemandangan alam super indah untuk para wisatawan. Namun, seperti yang sudah dibahas di awal, berlibur tak melulu mencari keindahan alam bukan? Di sini kamu bakal diberi pengalaman seru, berbeda, dan tak akan terlupakan, lewat ragam festival yang digelar tahunan di beberapa titik tempat wisata yang ada.

Papua memang terkenal dengan penduduk desanya yang kebanyakan masih suku asli. Mereka bahkan masih mengenakan pakaian khas seperti koteka untuk pria dan rok rumbai untuk wanita. Nah, sudah pada penasaran kan, festival apa saja sih yang digelar di Papua, dan seperti apa keseruannya? Berbekal tiket pesawat Sriwijaya, yuk langsung saja kita terbang ke sana!

1. Festival Budaya Lembah Baliem

Festival budaya lembah Baliem

sumber:simomot.com

Kamu tentu tak asing dengan nama Lembah Baliem, apalagi jika kamu termasuk penggemar salah satu band kenamaan Indonesia, Slank. Nah, salah satu festival budaya di Papua ini digelar di tempat ini. Acara besar ini adalah yang paling dikenal bahkan sampai ke luar negeri. Festival ini menampilkan tari-tarian adat khas masing-masing suku yang bermukim di dataran Wamena.

Tak hanya itu saja, dalam Festival Budaya Lembah Baliem ini kamu juga bisa melihat atraksi perang antarsuku. Mereka membuat skenario pemicu perang, seperti misalnya penculikan warga, pencurian binatang ternak, dan hal lainnya. Festival ini mengusung ungkapan yang bernilai positif, Yogotak Hubuluk Motog Hanorogo yang artinya: harapan akan hari esok yang harus lebih baik dari hari ini.

2. Festival Danau Sentani

Festival Danau Sentanisumber:blogs.uajy.ac.id

Sesuai namanya, festival ini tentu digelar di Danau Sentani, dan menampilkan kebudayaan dari 18 suku yang hidup di sekitarnya. Tak hanya dari suku asli, mereka juga menampilkan kebudayaan suku pendatang seperti Bugis, Makassar, Tanah Toraja dan lainnya. Tarian-tarian pun menghiasi rangkaian festival ini, termasuk tarian adat di atas perahu, dan tarian perang khas Papua.

Tarian Isosolo menjadi atraksi yang paling dinanti dalam Festival Danau Sentani. Tarian magis dan semikolosal yang dibawakan oleh masyarakat suku Sentani ini mempersembahkan buaya yang erat kaitannya dengan kehidupan di Danau Sentani. Isosolo ditarikan di atas beberapa perahu dan di pelataran di darat yang disebut Yau. Kamu bisa menikmati festival ini di pertengahan Juni tiap tahunnya.

3. Festival Kamoro

Festival Kamoro
sumber: travel.detik.com

Dibanding festival lainnya, yang satu ini memang tak begitu terdengar gaungnya. Ini karena gelaran Festival Kamoro tidak bisa dipastikan tiap tahunnya. Terkadang festival ini bahkan dilakukan beberapa kali dalam satu tahun. Diselenggarakan oleh Suku Komoro, festival ini diawali dengan tarian Kasuari, yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan suku Kamoro.

Tarian ini menyimpan kisah cinta yang sungguh romantis tentang seorang pemuda Kamoro yang jatuh cinta dengan seorang gadis, tapi ayah si gadis tak setuju. Si pemuda lalu lari ke hutan dan menjadi Kasuari. Dan saat dia kembali ke desa, tentu saja warga tak mengenali, dan ingin memburunya. Bagaimana kelanjutan kisahnya? Go grab tiket pesawat Sriwijaya, dan datang langsung saja ke sana.

4. Festival Asmat

Festival Asmat

sumber:kompasiana.com

Festival yang satu ini juga sangat dikenal di mancanegara. Dalam Festival Asmat ini dipamerkan ukiran kayu suku Asmat yang memang jago bikin seni ukiran kayu. Orang-orang suku Asmat bisa langsung mengukir tanpa harus membuat sketsa terlebih dahulu. Ukiran kayu yang mereka buat dianggap erat kaitannya dengan roh leluhur, sehingga dianggap bukan karya seni biasa.

Festival ini juga dimeriahkan oleh ratusan seniman yang bakal unjuk kebolehan dalam menenun, menari, main musik tradisional, dan lainnya. Tertarik mau nonton festival yang satu ini? Kamu bisa merencanakan liburan ke Papua di pertengahan Oktober. Mereka menggelarnya setiap tahun, dan tentu saja sangat ramai pengunjung dari dalam dan luar negeri.

5. Festival Teluk Humboldt

Festival Teluk Humboldt  sumber: tabloidjubi.com

Jarang banget kan kamu mendengar nama festival yang satu ini? Festival ini memang lebih baru ketimbang festival lainnya yang digelar di Papua. Dalam Festival Teluk Humboldt yang digelar di Pantai Hamadi, Jayapura ini kamu bisa menyaksikan pementasan kesenian budaya, pagelaran batik Papua, kuliner, kerajinan warga setempat, lomba anyam rambut, merangkai pinang dan lainnya.

Nah, kalau kamu tertarik menonton festival ini, berangkatlah ke Papua pada awal Agustus. Kamu bisa cek tiket Sriwijaya Traveloka, siapa tahu saja ada harga promo untuk rencana perjalananmu kali ini disana. Tentunya bakal jadi pengalaman tersendiri, berkunjung ke Papua dan mendapat banyak pengetahuan dari ragam kebudayaan yang disuguhkan dalam festival ini.

Sudah yakin akan menghabiskan long weekend di Papua? So, selamat berlibur!

Tinggalkan komentar