});

Rumus Angka Romawi Lengkap Beserta Tabel dan Video

Ingin tahu tentang angka romawi secara lengkap? Artikel ini akan memuat secara lengkap mulai dari angka romawi I,V,X,L,C,D, dan M. Huruf tersebut melambangkan angka romawi 1 (satuan), puluhan, ratusan, hingga ribuan. Berikut ini pembahasan lengkap angka romawi 1-1000.

Saya sertakan juga materi pembelajaran melalui video untuk memudahkan kalian dalam mempelajari dan mempraktekkannya. Berikut ini pembahasan lengkapnya. Sebelumnya saya cantumkan dulu video cara mempelajari dan menghafal angka romawi dengan mudah.

1. Angka Romawi Lengkap

Angka Romawi
tqn.com

Angka romawi sangat dibutuhkan karena digunakan sebagai bilangan standar dalam beberapa hal. Contohnya adalah penulisan angka pada jam, penulisan urutan terhadap suatu hal seperti jabatan atau urutan bilangan sebuah acara.

Contohnya adalah pada penyebutan urutan raja Daerah Istimewa Yogyakarta. Sri Sultan Hamengkubuwono yang merupakan raja sekaligus gubernur Yogyakarta menggunakan pengurutan ke-1 hingga yang saat ini Sri Sultan ke-10.

Penulisan ke-1 hingga ke-10 tersebut menggunakan angka romawi. Contohnya adalah Sri Sultan Hamengkubuwono X. Tulisan angka romawi tersebut tidak hanya mengandung asri satu, dua, dst. Akan tetapi menanadakan urutan (kesatu,kedua, dst).

2. Angka Romawi 1-1000

 Angka Romawi
photogyps.com

Bagan di atas merupakan tabel lengkap angka romawi 1 sampai 100. Bahkan ada juga angka romawi 1800. Ada sebuah pola untuk memudahkan menghafal angka romawi.

Yaitu dengan cara mengurutkan angka romawi I, V, X, L, C, D, dan M. Angka tersebut jika di urutkan adalah angka romawi 1, 5, 10, 50, 100, 500, dan 1000.

Sehingga kalian hanya perlu mengingat angka 1 dan 5 yang satuan angkanya terus bertambah. I berarti angka romawi satuan (1), V berarti angka romawi satuan (5), X melambangkan angka romawi puluhan (10), dan L melambangkan angka puluhan (50).

Selanjutnya adalah huruf D merupakan bilangan romawi 500, dan huruf M adalah angka romawi 1000. Hal ini akan dapat dengan mudah di ingat. Caranya adalah ingat urutan huruf dengan rumus angka 1, 5 dan 1, 5.

3. Angka Romawi 1-12

Angka Romawi 1-12
ebay.com

Pada tahapan awal dalam mempelajari bilangan romawi, kalian perlu memulainya dari bilangan huruf terkecil. Yaitu satuan hingga belasan yang merupakan dasar angka yang akan digunakan. Jika kita memahami 10 angka pertama, insya Alloh akan mudah memahami pola penulisan bilangan romawi ini.

Angka romawi 1 dilambangkan dengan I, dan angka 3 menggunakan III. Angka 5 dilambangkan huruf V, dan angka 4 adalah IV. Jika kita pelajari dari angka 4 dan 5, perbedaannya adalah 5 menggunakan satu huruf (V), sedangkan 4 yang jumlahnya lebih sedikit menggunakan 2 huruf (IV).

Dari fakta tersebut, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa lambang angka 4 (IV) mempunyai arti 5 (V) dikurangi angka 1 (I) yang ada di depannya. Rumus sederhana ini digunakan untuk seluruh pemakaian bilangan romawi.

4. Rumus Angka Romawi

Rumus Angka Romawi
photogyps.com

Angka romawi 1-100 sebenarnya hanya dilambangkan oleh 5 huruf utama. Huruf tersebut yaitu I, X, V, L, dan C. Hal ini membuktikan bahwa untuk menghafalkan bilangan romawi sebenarnya sangatlah mudah.

Bayangkan saja, untuk 100 angka, kita hanya perlu mengingat 5 huruf dan memahami polanya. Pola penulisan bilangan romawi, seperti yang sudah dijelaskan video di atas adalah bahwa angka dari nomer yang akan dilambangkan di urutkan dari yang paling besar.

Selain itu, jika ada angka yang lebih kecil di depan angka yang lebih besar (contoh XV, angka 1 di awal lebih kecil dari 10) maka artinya angka yang di ujung dikurangi angka awal. Maka IX artinya 10 dikurangi 1=4.

5. Angka Romawi 901-1000

Angka Romawi
photogips.com

Gambar tabel angka romawi di atas adalah tabel bilangan romawi 901-1000. Seluruh angka yang dicantumkan menggunakan format rumus yang sama. Angka yang paling besar pada tabel ini adalah 1000 yang lambang romawinya M.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, rumus penulisan bilangan romawi  menggunakan angka terbesar sebagai patokan. Angka 1000 (M) diawali bilangan ratusan (C) artinya 1000-100=900. Kemudian diikuti angka selanjutnya (901, dst).

Maka penulisan bilangan  romawi 901-999 diawali dengan format CM (1000-100=900). Kemudian diikuti angka terakhirnya. Format yang sangat mudah jika kalian mengetahui rumus penulisannya.

6. Angka Romawi X

Angka Romawi X
mrIppolito.com

X adalah bilangan romawi untuk angka 10. Huruf romawi X digunakan di depan jika digunakan untuk penjumlahan. Contohnya, XI yaitu 10=1-11, pada rumus ini angka 10 ditambah dengan angka di depannya.

Bisa juga angka 10 (romawi X) berarti sebagai bilangan pengurang jika yang di depannya merupakan angka 50 atau 100. Contohnya adalah penulisan angka XL artinya 50-10=40, dan bilangan romawi XC yaitu 100-10=90.

Akan tetapi, angka X tidak bisa berada di depan angka ribuan (M). Hal ini karena rumus pengurangan dalam bilangan romawi hanya bisa dilakukan oleh satuan angka di belakangnya.

Puluhan dikurangi satuan, 5 puluhan dikurangi puluhan, ratusan dikurangi puluhan, 500 dikurangi angka 100, dan bilangan romawi 1000 hanya bisa diawali (dikurangi) angka 100.

7. Angka Romawi I, V, X, L, C, D, M

Angka Romawi I, V, X, L, C, D, M
youtube.com

Bilangan romawi I, V, X, L, C, D, M jika diurutkan merupakan bilangan romawi 1, 5, 10, 50, 100, 500, dan 1000. Rumus sederhana dari penulisan angka romawi adalah, angka yang ditulis di atas hanya bisa di awali (dikurangi) oleh satu angka sebelumnya.

Oleh karena itu, dalam penulisan angka 3 bukanlah IIV (5-1-1=3). Akan tetapi III, hal ini juga merupakan rumus bahwa dalam bilangan romawi penjumlahan maksimalnya adalah 3 angka.

Itulah alasan kenapa dalam penulisan angka 9 yaitu romawinya IX, bukan VIIII. Maka penulisan bilangan romawi 9 adalah IX yang artinya 10-1 yaitu 9.

Jadi, rumus utama untuk mengetahui sebuah bilangan romawi adalah menghafal 2 rumus utamanya. Rumus tersebut yaitu jika bilangan yang lebih kecil berada di belakang angka yang lebih besar, maka itu artinya penjumlahan.

Contohnya adalah VI,  karena angka 1 yang lebih kecil berada di belakang angka 5 yang lebih besar, maka artinya 5+1 yaitu 6. Selain itu, angka maksimal yang berada di angka yang paling besar adalah 3 angka (angka, bukan digit).

Peraturan lain dalam penjumlahan bilangan romawi lainnya adalah angka yang ditambahkan oleh angka yang levelnya satu tingkat di bawahnya. Puluhan hanya bisa ditambah dengan satuan, ratusan hanya bisa ditambah puluhan, dan ribuan hanya bisa ditambah ratusan.

8. Contoh Cara Menulis Angka Romawi 1998 dan 1999

Angka Romawi 1998
radioalo.com

Setelah mengetahui rumus utama dari penulisan bilangan romawi, maka tahapan selanjutnya adalah mempraktekkannya dalam penulisan bilangan romawi. Saya akan mencoba memberikan penjelasannya secara singkat dan akurat.

Contohnya adalah, bagaimana cara penulisan bilangan romawi 1998? Pertama, mari analisis dulu bilangan romawi 1998 yaitu 1000+900+90+8.

Maka bilangan romawinya adalah M CM XC VIII, yang mana setiap angka melambangkan 1998. Sehingga penulisan angka romawi 1998 adalah MCMXCVIII.

Sedangkan untuk penulisan angka romawi 1999 maka angka paling ujung (VIII) diganti dengan angka 9 romawi yaitu IX. Sehingga, penulisan bilangan romawi 1999 adalah MCMXCIX.

Dua contoh di atas juga membuktikan bahwa penulisan angka romawi dalm pengurangan tidak bisa menggunakan rumus sederhana. Contoh 1999 maka ditulis 2000 dikurangi 1, yaitu IMM (M+1000, dan I di depan berarti 1).

Semisal 2 huruf M di belakang I adalah 2000 dan I merupakan angka 1. Hal ini tidak dapat digunakan untuk menyebutkan bilangan romawi 1999 adalah IMM.

Hal ini keliru, karena sebagaimana sudah dijelaskan di atas, penulisan bilangan romawi hanya bisa dikurangi oleh angka yang ada satu tingkat di bawahnya. Sehingga angka 1000 hanya bisa dikurangi 100.

Contohnya adalah penulisan angka 900 yaitu CM yang artinya 1000 dikurangi angka 100 yang ada di depannya. Akan tetapi dalam penulisan 800 maka angka romawinya adalah LCCC bukan CCM. Mengapa demikian?

Padahal CCM adalah 100+100-1000= 800, sama saja dengan LCCC yaitu 500+100+100+100= 800. Mari ingat lagi rumus penulisan angka romawi di atas. Rumusnya adalah, bahwa bilangan romawi hanya bisa dikurangi bilangan yang ada satu tingkat di bawahnya dan hanya bisa dikurangi oleh 1 angka saja.

Sedangkan untuk penjumlahan, dapat dijumlahkan dengan 3 angka. Sehingga, jika menulis 2 angka kecil sebelum menulis angka yang lebih besar, maka penulisannya salah. Hal inilah mengapa bilangan romawi 800 adalah LCCC, bukan CCM.

***

Itulah pembahasan lengkap saya tentang rumus bilangan romawi yang disertai dengan tabel lengkapnya. Semoga artikel ini memudahkan kalian dalam mempelajari bilangan romawi.

Silahkan share dan beri tahu teman kalian jika artikel ini membantu dalam mempelajari bilangan romawi. Terima kasih atas kunjungannya.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.