});
pengertian salafi

Jawaban Seorang Syeikh Tentang Pengertian Salafi dan Hal Penting Lainnya

Apa Itu Salafi – Secara garis besar, salafi berarti orang yang mengikuti salaf atau salafus sholih. Para salaf sendiri menurut para ulama adalah kalangan sahabat, tabi ‘ in, dan tabi’ut tabi’in. Berikut ini penjelasan yan glebih mendalam tentang apa itu salafi dan bagaimana kita perlu memahaminya.

Artikel ini saya kutip dari sebuah video youtube yang di upload oleh channel islami. Kronologisnya, ini adalah jawaban seorang syeikh terkait apa itu salafi, bagaimana menyikapinya, dann pemahaman yang lebih jauh lagi.

Pertanyaan Tentang Salafi

apa itu salafi
apa itu salafi – salafi-islam.com

Sebagaimana yang kami ketahui Anda termasuk salah seorang Masyaikh dakwah salafiyyah dan Anda adalah murid dari Imam al-Albani rahimahullah Ta’ala yang telah menemani beliau lebih dari dua puluh tahun.

Untuk itu, kami berharap agar Anda memperkenalkan kami dakwah salafiyyah. Apakah dakwah ini didirikan oleh seseorang seperti dakwah Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir dan Jama’ah Tabligh.

Apa tujuan dakwah yang barokah ini? Dan apa ajakannya? Serta apa pondasi yang paling urgen dari dakwah yang barokah ini?Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.

Jawaban Syeikh Tentang Apa Itu Salafi

salafi
apa itu salafi – tumblr.com

Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kita meuji, memohon pertolongan, meminta ampunan kepadanya. Kita juga berlindung dari kejelekan diri kita dan amalan kita.
Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang mampu menyesatkannya dan siapa yang Dia palingkan, maka tidak ada yang mampu memberinya petunjuk.

Aku bersaksi tidak ada ilah yang hak kecuali Allah, Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Jawaban atas pertanyaan saudara yang bertanya seputar dakwah salafiyyah. Jawaban kami bahwa dakwah salafiyyah adalah dakwah yang disandarkan kepada salafus shalih.Salafus shalih adalah para sahabat Nabi, radhiallahu ‘anhum.

Pemuka salaf adalah para sahabat yang paling utama dari mereka adalahAbu Bakar dan Umar juga khulafa ar-rasyidin lainnya.Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang mereka.

Wajib bagi kalian berpegang dengan sunahku dan sunah khulafa ar-rasyidun yang diberikan petunjuk setelahku, gigitlah ia dengan gigi gerahammu dan jauhilah perkara yang baru karena setiap sesuatu yang baru (dalam agama) itu sesat dan semua kesesatan itu di neraka.

Siapa Salafus Shalih

pengertian salafi
apa itu salafi – yasirsheikh99.wordpress.com

Salafus shalih yang utama adalah para sahabat dan murid-murid yang mengikuti mereka yaitu para tabi’in serta murid-muridnya para tabi’in.
Merekalah yang disebutkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau. Sebaik-baik manusia adalah mereka yang hidup di zamanku, kemudian yang setelah mereka, kemudian yang setelah mereka lagi.

Nabi telah memberi persaksian tiga generasi tersebut dengan kebaikan. Nabi telah merekomendasikan dan menjelaskan bahwa mereka tali keselamatan ketika terjadi perpecahan umat atau di saat banyak perselisihan pada umat ini.
Sesungguhnya barangsiapa yang hidup setelahku dia akan melihat perselisihan yang banyak.

Ini adalah hadits ‘Irbadh bin Sariyah yang telah banyak dikenal.
Ketika Nabi menyebutkan perselisihan umat ini dan mengabarkan perselisihan umat ini jauh lebih dahsyat dari perselisihan antar sesama Yahudi dan sesama Nasrani.
Umatku akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga lebih semuanya di neraka kecuali satu.

Para sahabat bertanya siapakah yang satu itu wahai Rasulullah. Beliau menjawab mereka yang seperti aku dan sahabatku pada hari ini.
Dakwah salafiyyah secara ringkas adalah dakwah yang mengajak kepada Islam yang murni.

Islam yang belum tercemari dengan sesuatu apapun yang bebas dari kebid’ahan (hal baru dalam agama), khurafat dan perpecahan serta bebas dari aqidah yang menyimpang sebagaimana seperti sebelum terjadinya perselisihan.
Dakwah ini mengajak kepada Islam dari sumbernya yaitu Al-Qur’an dan sunnah. Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam adz-Dzahabi, Ibnul Qoyyim, dan yang lainnya.

Salafush Shalih Adalah

Ilmu adalah apa yang difirmankan oleh Allah, disabdakan oleh Rasul-Nya dan apa yang dikatakan oleh para sahabat bukanlah kesamaran. Ilmu itu bukan engkau mengucapkan perselisihan antara Rasul dan pendapat seorang faqih.
Salafusshalih ialah para sahabat dan orang-orang setelah mereka serta orang-orang yang menempuh jalan mereka.

Karena kadang ada pada zaman sahabat atau setelah zaman para sahabat orang-orang yang menyelisihi jalannya para sahabat maka ini dianggap sebagai khalaf. Karena ada istilah salaf dan khalaf. Allah telah memuji para salaf dan mencela khalaf, Allah berfirman.

Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek), menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya. Maka mereka kelak akan menemui kesesatan.
Maka siapa saja yang menempuh jalannya para Rasul dan para sahabatnya.

Baik dalam masalah aqidah, hukum, akhlaq, dan muaamalah. Maka dia termasuk salafi. Salafi itu bukan sebuah kelompok. Salafi itu bukan sebuah kelompok yang dibuat oleh seseorang.

Pengertian Salafi

Salafi adalah ajaran yang diturunkan oleh Allah ‘Azza wa Jallakepada Rasullullah dan para sahabatnya yang telah mereka praktikkan dalam kehidupan mereka. Praktik yang nyata tanpa ada penambahan dan pengurangan. Salafi itulah yang Allah maksudkan dalam firman-Nya.

Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu.
Mungkin ada yang berkata mengapa Anda katakan salafitidak cukup Islam/muslim saja? Kita katakan: karena telah muncul perselisihan, kebid’ahan, hawa nafsu.

Jamaah-jamaah dan kelompok-kelompok serta perkataan yang rusak yang disandarkan kepada Islam. Jadi, apabila Anda katakan saya seorang Muslim, maka harus ditambahkan muslim yang sunni salafi sehingga orang tidak meyangka ia adalah muslim khawarij muslim shufi, rafidhoh, dan muslim syi’ah.

Karena terdapat perselisihan dan kelompok-kelompok yang banyak yang harus dibedakan karena salafi yang merupakan sumbernya. Adapun, jamaah-jamaah dan kelompok-kelompok ini keluar dari salafiyyah.

Para ulama salaf, mereka memperbaharui dakwah bukan mendatangkan sesuatu yang baru dari diri mereka dan mereka tidak menempuh metode yang menyelisihi metode Rasulullah. Apabila kita katakan kepada Jamaah Tabligh, siapa pendiri dakwah kalian? Mereka akan mengatakan Syaikh Muhammad Ilyas di India.

Kapan Jamah Tabligh Didirikan

Yaitu di pertengahan abad ini atau di awal abad ini mungkin saja antara atautahun yang lalu, karena tidak pernah dikenal yang namanya Jamaah Tabligh. Demikian pula apabila kita tanyakan kepada kelompok Ihkwanul Muslimin siapa pendiri jamaah kalian?

Mereka akan mengatakan Syaikh Hasan al-Banna. Karena tahun yang lalu belum dikenal yang namanya Ikhwanul muslimin dan dakwahnya Hasan al-Banna demikian juga Kelompok Hizbut Tahrir. Akan tetapi apabila ditanyakan kepada seorang salafi siapa pendiri dakwah kalian?

Jawabannya adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena ia adalah dakwahnya umat ini. Ini adalah dakwahnya seluruh kaum muslimin.
Rasulullah-lah yang meletakkan pondasi dakwah salafiyyah dan manhaj salfi berdasarkan wahyu dari Rabbnnya.

Karena Allah telah mewahyukan kepada Nabinya yaitu wahyu Al-Qur’an dan wahyu sunnah. Keduanya adalah agama dan syariat. Dakwah ini tidak memiliki pendiri yang berijtihad di dalamnya yang meletakkan dan membuat dasar-dasar dan kaidah-kaidahnya karena dakwah ini telah memiliki dasar-dasar yang kuat dan kokoh.

Semuanya telah diletakkan oleh Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan kaidah yang paling agung dari dakwah ini adalah prinsip Islam yang murni. Islam yang bersih dari kebid’ahan, khurafat, kekacauan dan hawa nafsu. Islam yang tidak mengenal perselisihan.

Dua Hal yang Ditinggalkan Rasulullah saw

Islam yang ditinggalkan oleh Rasulullah kepada para sahabatnya yang telah dikatakan padanya “Apa yang aku berada di dalamya dan para sahabatku”. Yang paling agung dari itu ialah Al-Qur’an dan Sunah.

Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasullullah. Aku tinggalkan bagi kalian dua perkara, kalian tidak akan sesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya yaitu: Kitabullah dan Sunahku.

Seruan yang paling agung dalam Al-Qur’an adalah tauhid. Oleh karena itu, pondasi dakwah salafiyyah adalah berdiri di atasketauhidan kepada Allah Ta’ala dan mengesakannya dalam beribadah. Dengan demikian dakwah salafiah memerangi kesyirikan yang besar maupun yang kecil. Dakwah ini memerangi syirik kecil sebagaimana memerangi syirik besar.

Oleh kerena itu, dakwah salafiyyah adalah dakwah yang diberikan taufik oleh Allah.
Disebabkan karena dakwah ini menegakan pondasi Islam dan mempraktikkan ajarannya, serta mengajarkan pokok-pokok ajaran Islam.

Dakwah Salafiyah

Dakwah salafiyyah, ketika menempuh jalan tauhid maka hakikatnya sedang menempuh metodenya para nabi, karena para nabi semuanya memulai dakwahnya dengan tauhid.

Mereka semua mengucapkan perkataan yang satu “Wahai kaumku sembahlah Allah yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia.”
Semenjak Nabi Nuh ‘alaihissalam hingga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selama di Makkah mengajak orang seraya mengatakan “Wahai sekalian manusia katakanlah Laa ilaaha illah, kalian akan beruntung.”

Demikian pula semua dakwah yang tidak berlandaskan dengan pondasi ini dan tidak dibangun di atas dasar ini, yaitu dakwah tauhid, maka ia adalah dakwah yang gagal.
Seperti orang yang membangun atap terlebih dahulu sebelum pondasi, maka atap tersebut akan menimpa kepalanya. Sudah kita lihat kegagalan dakwah-dakwah lainnya, padahal memiliki pengikut yang banyak.

Kita melihat bagaimana dakwah itu gagal dalam mengembalikan manusia kepada agamanya? atau bagaimana ia gagal penerapannya dalam melanjutkan kehidupan islami?

Hal tersebut dikarenakan mereka memulai dengan atap sebelum pondasi. Memulai dengan politik sebelum aqidah, memetik buah sebelum menanam. Maka harus memulai dari pondasi sebelum menegakkan bangunan atau atap harus menanam sebelum memetik buah, karena buah itu tidak mungkin ada sebelum ditanam.

Demikian pula dengan dakwah ini yang memperhatikan tauhid benci dan cinta karena tauhid. Tidak mungkin dakwah ini akan berdamai dengan pelaku kesyirikan dan orang kafir. Tidak mungkin Anda bertoleransi dalam masalah asas saat itu hendaklah Anda berpisah dan memusuhi serta berlepas diri dari mereka.

Demikian pula dakwah ini adalah dakwah yang tegak dengan mengikuti Rasulullah yaitu dengan memurnikan tauhid kepada Allah Ta’ala dan murni mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dua pondasi inilah yang menjadi dasar dakwah salafiyyah.

Berdiri di atas tauhid kepada Allah Ta’ala mengesakan-Nya dengan tauhid dan mengesakan-Nya dalam beribadah.Kemudian hanya mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam praktik ibadah.

Dakwah ini adalah dakwah yang memerangi bid’ah dan segala yang mengotorinya. Memurnikan agama dari segala macam yang menjangkitinya yang bukan termasuk darinya.

Karena semua bid’ah itu sesat dan semua kesesatan itu di neraka. Sebagaimana dakwah salafiyyah ini juga mengajak kepada persatuan di atas kalimat tauhid.
Di antara dasar dari dakwah ini adalah dakwah yang menyatukan umat dan mendamaikannya.

Menyatukan bukan malah memecah belah karena dakwah ini bukan dakwah hizbiyah (golongan).Dakwah hizbiyyahlah yang memecah belah persatuan kaum muslimin.
Sebagaimana firman Allah “Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.

Karena umat ini adalah umat yang satu, sebagaimana yang telah Allah kabarkan dalam firman-Nya. Sesungguhnya agama (tauhid) ini adalah agama yang satu dan aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.”

Dakwah Tauhid Salafiyyah

Dakwah salafiyyaah mengajak untuk berpegang teguh dengan tali Allah sebagaimana Allah perintahkan,dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.

Siapakah yang memecah belah umat? Yang memecah belah ummat ialah fanatisme golongan atau kepada jamaah dan kaum tertentu. Dakwah ini tidak fanatik kecuali kepada kebenaran dan tidak fanatik kecuali kepada dalil,firman Allah dan sabda Rasul-Nya.

Oleh karena itu, tidak mungkin umat ini akan bersatu kecuali di atas kalimat tauhid.
Tidak mungkin umat ini akan berpegang teguh kecuali dengan apa yang telah termaktub dalam Al-Qur’an dan sunnah, serta segala yang datang dari para pendahulu umat ini.

Dakwah ini juga tidak memerangi para penguasa muslim. Bahkan dakwah yang barokah ini sebagai penolong bagi pemimpin, bukan sebagai penolong bagi syaithon untuk memerangi pemimpin.

Dakwah ini menasehati dan mentaat pemimpin dalam ketaatan kepada Allah, bukan mengajak memusuhi dan memerangi pemimpin. Apabila terdapat kebengkokan, maka dakwah ini akan meluruskan pemimpin dengan cara yang baik dan bijak.

Adapun mengajak untuk keluar dari pemimipin dan pemerintah. Membantu orang Timur atau Barat dan orang-orang kafir memerangi negeri Islam, maka dakwah salafiyyah berlepas dari hal ini.

Kemudian sikap dakwah salafiyyah terhadap para pemimpin kaum muslimin adalah sikap yang adil dan bijaksana mereka tidak meninggalkan nasihat dan doa kebaikan bagi mereka.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Fudail bin Iyadh dan Imam Ahmad. Sekiranya aku memiliki doa yang mustajab aku akan peruntukkan bagi para pemimpin, karena baiknya pemimpin menjadi sebab baiknya umat.

Sebagaimana dakwah ini pula dibangun berlandaskan ilmu bukan dakwah taklid dan bukan pula dakwah kebodohan. Dakwah ini pula menghormati Imam yang empat, empat puluh, empat ratus, empat ribu. Semuanya mereka muliakan dan mereka cintai mengambil yang baik dari mereka.

Apabila mereka benar, maka ucapannya diambil, namun jikalau mereka salah mereka doakan dengan ampunan. Tidak mengambil perkataan mereka dan tidak taklid dalam agama Allah dengan taklid yang buta, akan tetapi mereka mengikuti dalil sebagai bentuk realisasi dari firman Allah Ta’ala “Sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku.

Mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.”

Dasar Dakwah Salafiyah

Maka ini adalah dakwah yang berlandaskan di atas ilmu karena ilmu-lah yang akan menghidupkan umat. Memajukan peradaban dan negeri dengan ilmu pula Islam dan kaum muslimin akan menjadi kuat.

Ilmu syariah sebagai dasar, adapun ilmu dunia tidak dipungkiri oleh dakwah ini. Bahkan dianjurkan segala yang membantu untuk akhirat dan segala yang memperbaiki dunia.

Dakwah ini menganjurkannya dan dakwah ini mengambil segala yang bermanfaat dari orang lain, serta berdialog dengan orang lain menyeru kepada Allah dengan penuh hikmah dan nasihat yang baik.

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik.”

Dakwah Salafiyah Dakwah Rabbani

Kesimpulannya, bahwa dakwah ini (dakwah salafiyyah) adalah dakwah yang rabbani yang datang dari sisi Allah Ta’ala. Tidak ada ijtihad di dalamnya dari seseorangpun baik yang alim atau lainnya dalam meletakkan dasar atau prinsipnya.

Akan tetapi dakwah ini wahyu dari Allah Ta’ala. Kita menyeru seluruh kaum muslimin yang masih berkelompok-kelompok dan (fanatik atau bercerai-berai)untuk kembali kepada sumber yang asli dan berpegang teguh kepada dakwah yang baik dan barokah ini.

Karenaa dia adalah dakwahnya Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali
para sahabat, ahlul Badar dan sepuluh orang yang telah diberitakan masuk surga agar mereka berbahagia dan bersama generasi yang pertama yang Allah ‘Azza wa Jalla sebutkan dan Allah jadikan mereka sebagai timbangan kebenaran.

Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk.

Ancaman Alloh SWT

Allah mengancam orang-orang yang tidak mengikuti jejak mereka dalam firman-Nya dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin.

Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam jahannam, dan jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.
Inilah yang bisa kami lontarkan sebagai jawaban atas pertanyaan saudara penanya pada kesempatan yang mulia ini, di tempat yang bagus nan indah ini.

Tempat yang indah ini mengingatkan kami tentang keindahan surga akhirat. Karena ini adalah surga dunia, maka bagaimana indahnya surga yang ada di akhirat kelak?
Kami minta kepada Allah semoga memberikan manfaat untuk kami dan kalian dengan Al-Qur’an yang mulia dan menjadikan kita termasuk pengikut penghulu para Rasul.

Semoga Allah menolong Islam dan kaum muslimin sesungguhnya Dia Maha mampu atas segala sesuatu. Shalawat serta salam kepada Nabi kita Muhammad dan keluarganya dengan keselamatan yang banyak.

***

Itulah kutipan jawaban yang diberikan seorang syeikh dalam sesi tanya jawab terkait apa itu salafi. Semoga dengan adanya jawaban ini dapat membuka mata kita terkait apa itu salafi dan bagaimana kita menyikapinya.

 

 

Tinggalkan komentar