});

Inilah Isi Perjanjian Renville, Latar Belakang, dan Dampaknya

Isi Perjanjian Renville – Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Belanda belum mengakui negara Indonesia sebagai sebuah negara merdeka. Berikut ini beberapa cara yang ditempuh Indonesia untuk mendapatkan pengakuan kemerdekaan dari Belanda.

Beberapa diantaranya adalah perjanjian Renville, Linggarjati, Bongaya, Roem Royen, dan Konferensi Meja Bundar. Artikel ini akan membahas secara singkat isi perjanjian Renville, Bongaya, Roem Royen, Linggarjati, dan Konferensi Meja Bundar.

 

1. Isi Perjanjian Renville

Isi Perjanjian Renville
gurusejarah.com

Perjanjian Renville dilaksanakan pada 8 Desember tahun 1947. Pada saat itu, ada beberapa tokoh yang menghadiri perjanjian Renville seperti Frank Graham, Richard Kirby, dan beberapa perwakilan dari VOC dan juga Indonesia.

Sebelum membahas beberapa tokoh yang terlibat dalam perjanjian Renville, berikut ini beberapa isi perjanjian Renville:

  • Belanda tidak akan mengakui kemerdekaan Indonesia hingga dibentuknya RIS (Republik Indonesia Serikat)
  • Belanda menyepakati bahwa RIS berkedudukan sama dengan Uni Indonesia Belanda
  • Negara Indonesia menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat
  • jangka waktu 6-12 bulan akan dilaksanakan pemilihan umum untuk merumuskan pembentukan RIS
  • seluruh tentara yang saat itu ditempatkan di daerah kekuasaan Belanda (di luar daerah) akan dipindahkan ke Negara Indonesia.
  • Belanda diperbolehkan membangun negara federal di seluruh daerah yang dikuasainya di Indonesia
  • Seluruh daerah yang berada di belakang garis Van Mook harus bersih ditinggalkan tentara RI (garis Van Mook merupakan daerah yang berada di antara 2 lokasi terdepan yang dikuasai Belanda)

 

2. Isi Perjanjian Bongaya

isi perjanjian bongaya
kaskus.id

Perjanjian Bongaya terjadi pada tahun 1667. Latar belakang perjanjian Bongaya yaitu terjadinya perdebatan antara Kerajaan Makassar dengan Kerajaan Bone. Saat itu kerajaan Makassar dipimpin oleh Sultan Hasanudin, sedangkan Kerjaan Bone dipimpin oleh Aru Palakka.

Perjanjian Bongaya terjadi setelah pertempuran antara Kerajaan Bone dan Kerajaan Makassar yang dimenangkan oleh Kerajaan Bone. Bongaya adalah nama sebuah desa tempat dilakukannya perjanjian tersebut dan berada di daerah kekuasaan VOC. Sehingga isi perjanjiannya cenderung menguntungkan pihak VOC dan Bone. Berikut ini isi perjanjian Bongaya:

  • VOC berhak melakukan monopoli perdagangan di kawasan Sulawesi Selatan dan tenggara
  • Raja Aru Palaka ditetapkan sebagai Raja Bone
  • Kerajaan Makasar harus menyerahkan seluruh daerah yang telah direbut Kerajaan Makassar dalam peperangan lain
  • Makasar menyerahkan seluruh bentengnya kepada Kerajaan Bone
  • Kerajaan Makasar harus membayar ganti rugi biaya perang ketika melawan Kerajaan Bone dengan cara menyetorkan hasil pertanian kepada VOC

3. Isi Perjanjian Linggarjati

Isi Perjanjian Linggarjati
pintuwisata.com

Perjanjian Linggarjati terjadi pada tahun 1946, tepatnya pada tanggal 10 November. Perjanjian Linggarjati terjadi sebelum isi perjanjian Renville. Linggarjati merupakan sebuah daerah yang berada di wilayah Cirebon. Latar belakang perjanjian Linggarjati adalah untuk menemukan kesepakatan tentang kemerdekaan Republik Indonesia.

Berikut ini beberapa poin yang mengandung isi perjanjian Linggarjati:

  • RIS atau Republik Indonesia Serikat akan mendirikan Uni Indonesia Belanda yang dipimpin oleh Ratu Belanda
  • Indonesia dan Belanda bekerja sama dalam membentuk Republik Indonesia Serikat
  • secara de facto, Belanda mengakui Pulau Jawa, Madura, dan Sumatera sebagai daerah kekuasaan Indonesia

Setelah dilakukannya perjanjian Linggarjati, ada beberapa negara yang mengakui negara Indonesia. Negara yang mengakui kedaulatan Indonesia tersebut yaitu Amerika, Mesir, Lebanon, Saudi Arabia, Afganistan, Uni Soviet, Inggris, Suriah, Myanmar, dan Yaman.

4. Isi Perjanjian Saragosa

isi perjanjian Saragosa
worldatlantis.com

Latar belakang perjanjian Saragosa adalah bertemunya Portugis dan Spanyol di tanah Maluku. Bangsa Portugis berlabuh di Ternate, sedangkan Bangsa Spanyol berhasil menepi di Tidore.

Kedua bangsa pelayar besar ini bertemu di kepulauan Maluku dan hampir terjadi pertumpahan darah antar kedua belah pihak. Latar belakangnya adalah karena baik Spanyol dan Portugis menganngap ada yang melanggar perjanjian Tordesillas yang telah disepakati sebelumnya.

Berikut ini isi Perjanjian Saragosa yang terjadi pada tanggal 22 April 1529:

  • wilayah Maluku hingga Tanjung Harapan merupakan daerah perdagangan untuk Bangsa Portugis
  • wilayah Filipina disepakati sebagai daerah perdagangan Bangsa Spanyol

berikut ini beberapa dampak perjanjian Saragosa:

  • Portugis melaksanakan perdagangan dan melakukan monopoli perdagangan di daerah Maluku
  • Pulau Maluku menjadi sebuah daerah pusat perdagangan  dan membuat Maluku terkenal dengan nama pulau terkaya di dunia atau “the richest island of the world”
  • terungkapnya teori bahwa bumi itu bulat yang pada awalnya masyarakat menganggap bumi datar. Hal ini karena pada awal penjelajahan Bangsa Spanyol dan Portugis  keduanya berlayar ke arah yang berlawanan. Spanyol ke barat, dan Portugis ke timur dengan tempat asal yang sama yaitu dari Eropa. Namun ternyata kedua negara tersebut dapat bertemu di daerah Maluku.

5. Isi Perjanjian Roem Royen

latar belakang roem royen
sportourism.id

Setelah dirumuskannya isi perjanjian Renville, perjanjian Roem Royen dilaksanakan tanggal 14 April-7 Mei tahun 1949. Kemudian diresmikan pada 7 Mei di tahun yang sama. Latar belakang perjanjian Roem Royen adalah terjadinya agresi militer Belanda II. Hal itu membuat banyak negara mengecam aksi Belanda di Indonesia.

Perjanjian Roem Royen diambil dari nama perwakilan Indonesia dan Belanda yaitu Mohammad Roem dari pihak Indonesia dan Herman Van Royem dari Belanda. Perjanjian Roem Royen bertujuan menyelesaikan masalah Indonesia-Belanda. Berikut ini isi Perjanjian Roem Royen:

  • Belanda mengakui Indonesia sebagai sebuah negara dan memberikan kekuasaan, hak, dan kewajiban bernegara bagi Indonesia
  • kedaulatan Indonesia diberikan secara utuh
  • pusat pemerintahan Indonesia kembali ke Yogyakarta
  • tentara bersenjata Indonesia tidak boleh melanjutkan aktifitas gerilya
  • tentara Belanda harus segera menghentikan aktifitas militer di Indonesia dan membebaskan semua tokoh politik Indonesia yang ditahan

Dampak perjanjian Roem royen yang resmi berlaku pada tanggal 7 Mei adalah Presiden Soekarno san Bung Hatta dapat kembali ke Kota Yogyakarta setelah sebelumnya diasingkan Belanda. Terjadinya gencatan senjata, terbentuknya Pemerintah Darurat Republik Indonesia, dan diadakannya Konferensi Meja Bundar.

6. Isi Konferensi Meja Bundar

Isi Konferensi Meja Bundar
KMB-youtube.com

Konferensi Meja Bundar atau KMB dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 1949-2 November 1949 bertempat di Den Haag, Belanda. Hal ini dirumuskan 2 tahun setelah disusunnya isi perjanjian Renville. KMB dipimpin Perdana Menteri Belanda bernama W. Dress. Serta dihadiri oleh 4 delegasi, yaitu delegasi UNCI, Kerajaan Belanda, BFO, dan delegasi Indonesia.

Berikut ini isi Konferensi Meja Bundar:

  • Republik Indonesia Serikat harus membayar utang luar negeri Belanda yang terjadi sejak 1942
  • Republik Indonesia Serikat harus mengembalikan seluruh hak milik Belanda dan memberikan izin untuk perusahaan Belanda yang akan dibangun dan dikembangkan di Republik Indonesia Serikat
  • Republik Indonesia Serikat menjadi negara yang berdaulat dan bekerjasama secara penuh dengan Belanda dalam sebuah perserikatan yang dipimpin oleh Ratu Belanda dengan mempunyai kedudukan dan hak yang sama
  • menyelesaikan masalah Irian Jaya dalam waktu satu tahun setelah RIS berdaulat
  • RIS terdiri dari 15 negara federal dan Republik Indonesia sendiri
  • Belanda harus menarik mundur pasukannya dari tanah nusantara dan membubarkan KNIL
  • anggota KNIL diperbolehkan bergabung dengan APRIS

Beberapa point yang dihasikan dari isi KMB ada yang menguntungkan dan merugikan Indonesia. Hal yang menguntungkan adalah diakuinya kemerdekaan Indonesia, terselesaikannya perselisihan Belanda dan Indonesia sehingga pembangunan nasional mulai dapat ditata.

Sedangkan kerugian dari isi Konferensi Meja Bundar bagi Indonesia adalah belum diserahkannya Irian Barat sebagai sebuah wilayah yang menjadi bagian Indonesia. Hal itu baru dapat dimusyawarahkan dalam waktu satu tahun setelah KMB.

***

Itulah beberapa point isi perjanjian Renville, Linggarjati, Roem Royen, dann Konferensi Meja Bundar. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kalian, dan jangan lupa untuk membaca artikel saya sebelumnya tentang pengertian urbanisasi.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.