});
puasa muharram

Niat, Hikmah, dan Dalil Hukum Puasa di Bulan Muharram yang Perlu Kamu Ketahui

Niat Puasa Muharram – Niat adalah salah satu rukun dalam menjalankan ibadah. Pada beberapa mazhab, praktek niat ada yang mengharuskan untuk dilafalkan. Selain itu, ada pula yang diniatkan di dalam hati.

Akan tetapi, hal itu tidak menjadi masalah karena ke-2nya mempunyai dasar dari para imam yang memfatwakannya. Jika kalian termasuk golongan yang melaksanakan amalan dengan mengucapkan niat, berikut ini niat puasa Muharram atau puasa tasu’a dan asyuro.

Puasa Bulan Muharram

niat puasa muharram
blogspot.com

bagi ummat Islam, bulan Muharram adalah salah satu bulan mulia dan menjadi salah satu momen tempat untuk menambah amal kebaikan. Salah satu amalan yang bisa dilaksanakan adalah puasa pada tanggal 10 Muharram.

Puasa pada tanggal 10 Muharram biasa juga disebut puasa ‘asyuro. ‘Asyuro sendiri dalam bahasa Arab berarti 10 atau tanggal 10. Berikut adalah contoh hadits tentang puasa pada bulan Muharram.

: عَنْ حَفْصَة َرَضِىَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ اَرْبَعٌ لَمْ يَكُنْ يَدَ عُهُنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عِلَيْهِ وَسَلَّمَ صِيَامَ عَاشُوْرَاءَ وَالْعَشْرَ وَثَلَا ثَةَ اَيَامٍ مَنْ كُلِّ شَهْرٍ وَالْرَ كْعَتَيْنِ قَبْلَ الْغَدَاةِ

Artinya:
Dari Hafsah ra, ia berkata: ada 4 perkara yang tak pernah di tinggalkan Rasulullah saw yaitu: Puasa Asyura, puasa 10 hari pada sepertiga bulan dzulhijjah, puasa tiga hari pada setiap bulan dan sholat 2 rakaat sebelum shubuh. ( H.R Ahmad dan Nasai)

Keutamaan Puasa 10 Muharram

puasa muharram
idrislagaligo1234.wordpress.com

Terdapat keutamaan yang luar biasa yang bisa didapatkan jika melaksanakan puasa pada 10 Muharram.  Berikut ini terjemah dari hadits tentang keutamaan dari berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

Dari Abu Qatadah r.a berkata: Rasulullah saw ditanya tentang puasa asyuro (10 Muharram). beliau saw bersabda: puasa tersebut menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (Hadits Riwayat Muslim).

Puasa Tanggal 9 dan 10 Muharram

keutamaan puasa di bulan Muharram
viaberita.com

Hadits sebelumnya menjelaskan tentang keutamaan puasa pada tanggal 10 Muharram atau asyuro. Lalu, kenapa ada banyak kasus ummat Islam yang berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharramm atau tanggal 10 dan 11 Muharram? Apa dasar hukumnya?

Dalam riwayat lain Rasulullah saw bersabda: “Kalau aku hidup hingga tahun depan, aku akan berpuasa tasu’a (9 Muharram) juga.” (HR Muslim)

Hikmah dari dilaksanakannya puasa pada tanggal 9 Muharram atau puasa tasu’a adalah karena ada kemungkinan (meski kecil) kekeliruan dalam penetapan awal bulan. Selain itu, puasa tersebut dilaksanakan untuk membedakan ummat Islam dengan yahudi.

Satu hal yang perlu diingat bahwa kaum yahudi juga melaksanakan puasa pada tanggal 10 Muharram. Oleh karenanya, berpuasa pada tanggal 9 dan 10 atau pun 10 dan 11 Muharram dilakukan sebagai pembeda tersebut. Wallahu a’lam bish showab.

Niat Puasa Muharram

Berikut ini lafadz niat puasa Muharram jika kalian termasuk yang melafadzkannya. Lafadz niat tersebut lengkap dengan tulisan arab, latin, dan terjemahan.

Niat Puasa tasu’a (9 Muharram)

 نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu showma ghoodin ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â lillâhi ta‘âlâ.

“Aku berniat puasa sunah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT.”

Niat Puasa Asyuro (10 Muharram)

Selain itu, contoh lafadz niat puasa Asyura adalah sebagai berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu showma ghoodin ‘an adâ’i sunnati âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ.

“Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”

***

Itulah beberapa hal penting mengenai puasa tasu’a dan asyuro atau yang biasa disebut puasa Muharram. Jika ada perbedaan dalam praktek melaksanakannya terkait tanggal dan jumlah hari pelaksanaan maka ada baiknya kita saling menghargai selama amalan tersebut mempunyai dasar hukum.

Tinggalkan komentar