});

Penemu Sandi Morse, Sejarah, Perkembangan, Serta Jenis-Jenisnya

Penemu sandi morse adalah Samuel Finley Breese Morse. Sandi morse adalah sistem representasi huruf, angka, tanda baca dan sinyal dengan menggunakan titik dan garis yang disusun mewakili karakter tertentu pada alfabet atau sinyal tertentu yang disepakati penggunaannya di seluruh dunia. Awalnya penggunaan sandi morse digunakan untuk pengiriman pesan antara dua tempat yang terpisah jauh dengan media teknologi radio CW (constant wave).

Biografi Penemu Sandi Morse

penemu sandi morse
Samuel F.B Morse – penemu.co

Penemu sandi morse adalah Samuel Finley Breese Morse (1791-1872). Ia adalah seorang penemu dan pelukis terkenal Amerika. Pada tahun 1810, Morse lulus dari Yale dan melanjutkan untuk belajar melukis di Inggris. Ia mengambil jurusan lukisan portrait pada 1815 dan cukup sukses di bidang itu.

Morse membantu menemukan National Academy of Design yang kini bernama National Academy Museum and School. Museum ini berfokus pada seniman Amerika terkemuka dan arsitek, penyelenggara pameran khusus, serta pembicaraan mengenai seni dan kegiatan seni. Museum ini didirikan pada tahun 1825 di New York, Amerika oleh Samuel Morse, Thomas Cole, dan Asher Brown Duran dengan presiden pertama adalah Samuel Morse sendiri.

 

Sejarah Sandi Morse

penemu sandi morse
morsestudio.com

Pada tahun 1836, Samuel Morse dan Alfred Fail menemukan kemampuan sistem telegraf untuk mengirimkan informasi melalui kabel. Informasi itu dikirim sebagai rangkaian sinyal listrik. Sinyal pendek itu disebut dits (titik). Sinyal panjangnya disebut dahs (dilambangkan dengan tanda hubung). Dengan munculnya komunikasi radio, versi internasional dari sandi morse banyak digunakan. Penggunaan sandi morse yang paling terkenal adalah untuk mengirim sinyal SOS sebagai tanda bahaya.

Pada awal pembuatannya, sandi morse menggunakan kode sederhana berupa titik atau dits (·) dan strip atau dahs (—). Kode sederhana yang masuk kedalam algoritma sandi morse adalah angka. Penggunaan sederhana kode tersebut adalah angka 1 dengan kode ·, kemudian angka 2 kodenya ·· , dan seterusnya hingga angka lima. Artinya, angka 5 mempunyai kode dengan 5 jumlah titik.

 

Perkembangan Sandi Morse

Ada beberapa hal yang erat kaitannya dengan penemuan sandi morse. Mulai dari ditemukannya telegraf, pembuatan kode, hingga alat untuk menerjemahkan kode. Semua itu menjadi satu kesatuan dalam proses perkembangan sandi morse dari waktu ke waktu.

1. Penemuan Telegraf

penemu sandi morse
commons.wikipedia.org

Penemuan telegraf adalah latar belakang dibuatnya sandi morse. Telegraf yang pada masa itu dibuat adalah sebuah alat yang berfungsi untuk mengirimkan dan menerima sinyal. Pada awal penemuannya, telegraf dapat mengirimkan sinyal melalui media kabel yang terhubung dengan sinyal arus listrik.

Setelah pada tahun 1836 Morse menemukan telegraf, 1 tahun kemudian muncul ilmuwan yang juga mengembangkan alat dengan fungsi utama yang sama. Mereka adalah Charles Wheatstone dan William Coke, ilmuwan yang berkebangsaan Inggris. Kedua ilmuwan ini bahkan mampu membuat telegraf pada tahun 184o. Alat yang mereka buat mampu mencetak huruf-huruf yang diterima sehingga tidak perlu dikaji lagi untuk diterjemahkan.

Karena alat telegraf yang dikembangkan 2 ilmuwan Inggris ini sepi peminat, telegraf ini tidak dikembangkan lagi. Telegraf yang dirancang oleh Charles Wheatstone dan William Coke ini sebenarnya sudah berfungsi dengan sangat baik. Namun karena sepi peminat maka proyek pengembangan telegraf ini tidak dilanjutkan.

 

2. Proses Pembuatan Kode Morse

pinterest.com

Pada awal kelahirannya, kode morse termasuk sebuah penemuan yang “prematur”. Kenapa? Karena morse merupakan kode yang digunakan untuk mengirimkan sinyal melalui telegraf. Namun, saat telegraf sudah ditemukan, belum ada kode yang bisa digunakan untuk mengirimkan pesan. Ibaratnya zaman sekarang punya instagram, tapi tidak punya foto untuk di upload. Paham, kan maksudnya.

Pada awal penggunaannya, hanya digunakan untuk mengirimkan pesan melalui angka. Cara kerjanya adalah dengan menggunakan kombinasi angka untuk mewakili huruf tertentu, kemudian kombinasi angka tersebut diterjemahkan secara manual menggunakan buku petunjuk. Namun, hal ini membuat penerjemahan sandi berlangsung lama dan memakan banyak waktu.

Untuk mengatasi masalah ini, salah seorang penemu mesin telegraf Alfred Vail melakukan sebuah riset. Riset yang dilakukannya adalah dengan mempelajari penggunaan huruf dalam proses pencetakan surat kabar di Morristown, New Jersey, Amerika Serikat.

Dari hasil pengamatannya tersebut, Vail mengelompokkan beberapa huruf yang sering dan jarang digunakan. Hal ini juga yang menjadi penyebab kenapa penulisan huruf morse tidak berurutan. Contohnya huruf A yang dilambangkan dengan satu titik satu garis (·—), kemudian penulisan huruf B tidak menggunakan formula yang lebih mudah dengan 1 titik 2 garis, atau 2 titik satu garis.

Huruf B justru dilambangkan dengan 1 garis 3 titik (—···). Hal itu karena mudah sulitnya penulisan huruf berdasarkan sering dan tidaknya huruf itu digunakan. Sebagai contoh, huruf vokal pada sandi morse menggunakan kode yang mudah seperti A (·—), E (·), dan O (··). Hal ini hampir sama dengan cara peletakan huruf pada papan ketik komputer yang tidak berurutan. Posisi huruf yang ditetapkan diambil dari proses riset huruf mana yang sering digunakan dalam penulisan.

baca juga: sejarah tenis meja

3. Penggunaan Pita Kertas untuk Sandi Morse

bigcartel.com

Setelah ditemukannya telegraf pada 1836, alat ini mulai dikembangkan supaya lebih baik lagi. Pada tahun 1844, tahap pengembangan pertama adalah dengan menambahkan pita kertas dan pensil sebagai untuk mencetak kode yang diterima melalui sinyal.

Ketika sinyal yang mengandung arus listrik dikirim, pensil yang dipasang akan menempel pada pita kertas dan ketika arus listriknya diputus, sebuah alat akan menarik pensil sehingga pita kertas tidak terkena tanda stensil. Apa itu stensil? Stensil adalah alat untuk merekam tulisan, gambar, dan sebagainya.

 

4. Telegraf Menggunakan Sinyal Radio

scholastic.com

Sebuah inovasi besar terjadi pada tahun 1890. Telegraf yang pada awalnya digunakan untuk mengirim pesan melalui sinyal listrik dirubah menjadi menggunakan sinyal radio. Hal yang melatar belakangi inovasi ini adalah ditemukannya sinyal radio oleh Heinrich Rudolf Hertz pada pertengahan 1880.

Sinyal radio kemudian dipatenkan dengan keberhasilan Guglielmo Marconi yang berhasil mengirimkan sinyal komunikasi radio dengan gelombang elektromagnetik. Hal ini semakin memajukan teknologi komunikasi pada masa itu. Satu hal yang perlu di garis bawahi adalah, sinyal radio waktu itu belum bisa mengirimkan suara.

 

5. Cara Menerjemahkan Sandi Morse

englishwebhouse.com

Seiring dengan berjalannya waktu, para pengguna telegraf merasa bahwa penggunaan pita kertas dan pensil terlalu lambat. Mereka jadi harus bekerja dobel dalam menerjemahkan pesan yang dikirim melalui telegraf. Pertama membaca stensil yang tertera pada kertas, mengubahnya pada sandi morse, kemudian baru menerjemahkannya.

Cara baru kemudian diperkenalkan untuk mengefektifkan penggunaan telegraf. sandi morse yang hanya berupa garis dan titik kemudian diubah cara penerjemahannya. Jika awalnya menggunakan stensil, kemudian dikembangkan dengan menggunakan suara. Telegraf yang menerima sinyal diatur supaya mengeluarkan 2 jenis suara. Suara dit  untuk melambangkan titik, dan dah untuk melambangkan angka.

Cara menerjemahkan sandi morsenya adalah dengan menerjemahkan secara langsung. Operator yang stanby di samping telegraf akan menuliskan kode yang diterima. Pada masa ini juga kode morse banyak dihafalkan untuk memudahkan dan mempercepat proses penerjemahan. Jika kamu ingin menerjemahkan kalimat kedalam kode morse secara instan, silahkan buka situs ini.

 

6. Perkembangan Sandi Morse

kul.vn

Pada masa awal penemuan telegraf, sandi morse digunakan untuk mengirim pesan berupa angka melalui sinyal listrik. Kemudian dikembangkan supaya bisa menerima pesan berupa huruf. Pengembangan pada proses ini melakukan beberapa riset dengan membuat sandi morse yang mudah digunakan. Salah satunya dengan mengatur penggunaan titik dan garis yang tingkat kemudahannya disesuaikan dengan tingkat seringnya huruf itu digunakan.

Pengembangan selanjutnya, mesin telegraf menggunakan pita dan pensil untuk menuliskan sinyal. Namun karena cara ini cukup memakan waktu, kembali dibuat beberapa perubahan. Metamorfosa selanjutnya dari telegraf adalah penggunaan sinyal radio dalam media untuk mengirimkan pesan. Kemudian perubahan cara penerjemahan sandi yang selanjutnya menggunakan suara dit dan dah.

Kode morse mulai populer dan sering digunakan pada awal abad ke-20. Berbagai macam komunikasi melalui kabel telegraf, kabel bawah laut, bahkan sinyal radio menggunakan kode morse sebagai bahasa komunikasi. Percobaan komunikasi menggunakan kode morse melalui pesawat terbang dikembangkan mulai tahun 1910.

Sekitar tahun 1930, pesawat komersial maupun militer menggunakan kode morse untuk mengidentifikasi posisi pesawat pada peta. Kode morse yang digunakan  biasanya berupa 2 atau 3 huruf yang dikombinasikan dengan angka. Sebagai contoh nama pesawat seperti MH-370, Mh-17, dan lain-lain.

Kode morse adalah salah media yang paling berpengaruh pada masa Perang Dunia II. Kode ini digunakan untuk mengirim pesan sesama pasukan, mata-mata yang melapor ke markas, pasukan pada pilot pesawat tempur, hingga kapal perang dengan pelabuhan. Alasan penggunaannya waktu itu karena pesannya lebih cepat diterima dari pada sambungan telepon.

 

7. Sandi Morse Mulai Ditinggalkan

sandi morse
topwar.ru

Seiring dengan perkembangan dan kebutuhan manusia yang semakin modern, kode morse mulai ditinggalkan. Begitu pula dengan alat utama pengirim pesannya waktu itu yaitu mesin telegraf. Ditemukannya sinyal radio adalah awal menanjaknya pengunaan sandi morse dan telegraf pada awal abad ke-19. Namun ditemukannya sinyal satelit yang lebih cepat menjadi akhir reputasi sang pengirim pesan.

Reputasi kode morse dan mesin telegraf tenggelam pada akhir abad ke-19. Tepatnya pada tahun 1999, ketika ditemukannya teknologi Global Maritime distress Safety System. Sebuah sistem komunikasi baru menggunakan satelit, terutama untuk kapal laut. Kini, telegraf yang pernah menjadi alat pengirim pesan tercepat di masanya harus disingkirkan oleh pendatang baru yang kualitasnya sangat jauh berbeda.

 

Jenis-Jenis Sandi Morse

Sandi morse tidak sepenuhnya hilang ditelan zaman. Kini sandi morse masih dipelajari oleh beberap kalangan terutama pramuka. Bahkan sudah umum setiap sekolah di Indonesia mengajarkan sandi morse saat melakukan ektra kulikuler pramuka. Bukan hanya sebagai ilmu pengetahuan, tapi juga menjadi sebuah ajang perlombaan.

1. Kode Morse Angka

ebay.com

Satu hal yang perlu diketahui dalam penulisan kode morse angka adalah, setiap angka memiliki 5 digit kode. Angka 1 kodenya (·————) angka 2 dengan 2 titik dan 3 strip, begitu seterusnya. Kemudian pada penulisan angka 6, disimbolkan dengan kode (—····) kemudian angka 7 dengan kode (——···), dan seterusnya. Sedangkan angka 0 (nol) dilambangkan dengan kode (—————).

Secara sederhana, kode morse untuk angka dapat dijelaskan sebagai berikut. Setiap angka diwakili oleh 5 digit kode. Angka 1-5 diawali dengan titik dengan jumlah yang sama dengan angka, kemudian dilanjutkan oleh tanda strip atau biasa disebut dahs.

Kemudian untuk angka 6-9 kodenya diawali dahs (—) dengan jumlah dahs sama dengan urutan nomer 6 sampai 9. Angka 6 merupakan angka pertama dalam urutan ini, sehingga diwakili dengan satu dahs dan 4 kode lainnya diisi titik (—····). Kemudian angka 9 karena ada dalam urutan ke-4 maka dilambangkan dengan 4 garis, dan satu lambang lagi menggunakan titik (————·). Sementara untuk angka 0 sebagaimana dijelaskan diatas dilambangkan dengan 5 tanda strip atau dahs.

 

2. Kode Morse SOS

kode morse sos
twitter.com

banyak orang mengartikan bahwa SOS adalah sebuah kode permintaan pertolongan atau singkatan dari Save Our Ship (selamatkan kapal kami). Namun sebenarnya kode ini tidaklah mempunyai akronim seperti itu. Lalu kenapa kode morse SOS digunakan sebagai tanda permintaan bantuan?

Jawabannya sangatlah sederhana. Dalam penulisan kode morse yang menggunakan titik dan garis, huruf S memiliki kode 3 titik (···), sementara huruf O dilambangkan dengan 3 garis (———). Sehingga penulisannya cukup mudah, yaitu (···———···). Inilah yang menjadi dasar penggunaan kata SOS sebenarnya sebagai kode permintaan bantuan.

 

3. Kode Morse Huruf

huruf morse
huruf morse – imgur.com

Sepeti yang sudah saya bahas diatas, kode morse huruf tidak dibuat berurutan dari A sampai Z untuk menggambarkan tingkat kemudahannya. Penyusunan kode diurutkan berdasarkan tingkat seringnya huruf itu digunakan. Huruf yang sering digunakan maka kodenya lebih mudah diingat. Terutama kode-kode yang melambangkan huruf vokal.

Kode morse huruf pada zamannya digunakan untuk mengirim pesan melalui media telegraf. Namun kini sudah mulai ditinggalkan dengan ditemukannya pesawat telepon dan satelit. Tidak perlu lagi mengirim pesan yang perlu diterjemahkan. Kini kalau memberi tahu tinggal mengatakan, tidak usah repot-repot menulis kode teerlebih dahulu.

***

Sekian artikel saya tentang kode morse ini. Jika ada beberapa pengetahuan yang ingin ditanyakan atau ditambahkan silahkan isi kolom komentar. Terimakasih atas kunjungannya.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.