});

Sepenggal Cerita Seorang Pemuda

Semua orang pasti punya mimpi. Namun, tidak semua hal yang menjadi impian seseorang bisa terwujud. Ketika orang-orang sukses berhasil meraih mimpi mereka, itu adalah hasil dari sebuah proses yang banyak orang tidak ingin melaluinya. Banyak saudagar sukses yang pernah merasakan bagaimana rasanya dagangan mereka tidak laku terjual. Seorang pelajar yang cerdas juga pernah merasa bagaimana sulitnya tugas yang guru berikan.

Apa yang membuat kita sukses di bidang kita masing-masing? itu bukanlah sesuatu yang turun dari langit layaknya air hujan. Kesuksesan seseorang ditentukan oleh kesungguhan seseorang dalam menjalani alur kehidupan yang telah Alloh SWT tetapkan. Juga bagaimana usaha kita untuk merubah diri kita. Sesungguhnya Alloh SWT tidak akan merubah suatu kaum sebelum kaum itu merubah diri mereka sendiri.

Perkenalan Diri

phbd.dikti.go.id

 

Nama saya Ali. Lahir di Sleman dua puluh tahun lalu sebagai anak dari Abah dan Umii. Sempat tinggal di Sleman sampai umur menginjak dua setengah tahun. Namun Abah memilih membawa saya beserta Umi untuk “mudik” ke kampung halamannya di Cianjur. Sehingga kini saya jadi seorang anak kelahiran jawa yang tidak bisa berbahasa jawa.

Cah Sleman Jadi Urang Sunda

sunriseandsundorne.blogspot.co.id

 

Tujuh belas tahun saya tinggal di Cianjur, dan Alhamdulillah sekarang saya sudah mempunyai enam orang adik. Di satu sisi, menjadi seorang anak sulung memang membuat saya senang. Namun di sisi lain, terkadang saya merasa terbebani dengan banyak hal belum bisa saya berikan kepada adik-adik saya dan kedua orang tua.

Hal yang paling utama adalah membahagiakan mereka,membuat mereka bangga atas apa yang saya capai atau saya berikan, baik itu berupa materi atau pun non materi. Karena memang sudah menjadi fitrah jika seseorang akan merasa bahagia jika ia bisa membahagiakan keluarganya.

Tak Terasa Lulus SMA

candra22.wordpress.com

Saya adalah seorang lulusan sekolah menengah atas tahun 2014. Setelah lulus sekolah, saya memutuskan untuk tidak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dan lebih memilih untuk mencari pekerjaan. Entah waktu itu saya melakukannya karena faktor ekonomi orang tua atau keterbatasan kesadaran terhadap pentingya ilmu pengetahuan, saya tidak tahu. Waktu itu saya memilih bekerja seolah tanpa tujuan dan hanya mengikuti ajakan saudara. Mungkin juga sebagai pelarian karena tidak bisa melanjutkan studi.

Menjajal Ibu Kota

catatancatatann.blogspot.co.id

Awal juni 2014, saya bekerja di sebuah toko batik di pasar Tanah Abang Jakarta. Saya bekerja bersama seorang teman saya dari kampung. Toko tempat saya bekerja adalah Irfan batik. Dari situ sebenarnya saya mulai tertarik untuk terjun ke bisnis online, karena melihat omset toko batik yang saya jaga terbilang “wah”. Namun, keterbatasan ilmu dan tidak adanya rasa berani untuk mencoba menjadikan hal itu hanya menjadi sebuah wacana yang tidak terealisasikan.

Pusat Grosir Tanah Abang

bisnis-bajumu.blogspot.co.id

Boleh bu, batiknya. Boleh pak, batiknya. Mungkin itulah “mars” para pedagang di Tanah Abang. Diawali oleh kata boleh lalu disambung dengan jenis barang dagangan yang mereka jual. Hampir semua, bahkan mungkin semua pedagang di Tanah Abang melakukan hal yang sama untuk menarik minat pembeli.

Awalnya, saya merasa aneh dan lucu ketika harus menawarkan barang dengan cara seperti itu. Namun lama kelamaan perasaan itu hilang. Mungkin karena tuntutan pekerjaan ya, atau karena memang disana tidak ada yang saya kenal. Jadinya acuh tak acuh saja, terserah orang mau beli atau tidak.

Ketika Jenuh Datang

depositphotos.com

 

Selama bekerja di toko batik Irfan, saya mendapat pengalaman berharga sebagai pedagang. Membuka toko, merapikan baju,menawarkan barang, hingga kembali menutup toko adalah rutinitas saya sehari-hari selama bekerja di Tanah abang. Empat bulan bekerja di toko batik, entah kenapa rasa jenuh mulai menghampiri saya. Mungkin salah satu penyebabnya adalah tidak adanya jatah libur ditempat saya bekerja.

Maklumlah, namanya juga dagang. Hari minggu bukanlah hari libur, melainkan waktunya lembur. Karena di hari minggu pasar Tanah abang memang selalu menjadi tujuan para shopaholic untuk berbelanja pakaian di Tanah abang. Di akhir tahun 2014 saya memutuskan untuk resign dari tempat saya bekerja. Setelah itu, saya membantu orangtua saya berjualan kopi di pasar.

Kesempatan Baru

insiderfinancial.com

Setelah beberapa bulan di kampung halaman, saya ditawari pekerjaan oleh Om saya di kampung melayu untuk bekerja di sebuah percetakan. Tanpa pikir panjang, saya menerima tawaran beliau dan kembali merantau ke Ibu Kota. Tempat saya bekerja kali ini tidak jauh dari terminal Kampung Melayu. Hanya butuh jalan kaki setelah turun dari metro mini, saya sudah bisa sampai di tempat saya akan bekerja waktu itu. Saya berharap dapat menambah ilmu, pengalaman, dan teman baru di tempat saya bekerja ini.

Pengalaman Baru di Kampung Melayu

anekainfojakarta.blogspot.co.id

 

Jika dilihat dari segi ilmu, pekerjaan saya di percetakan ini memang lebih rumit dari pada saat saya berjualan batik di Tanah Abang. Maklumlah, di tanah abang “pekerjaan intinya” hanya teriak-teriak menawarkan barang. Di percetakan tersebut saya hanya bekerja sekitar dua bulan. Saya tidak betah karena kerjanya hampir seharian. Masuk jam 08.00 dan baru selesai jam 22.00.

Kesempatan Melanjutkan Studi

ribttes.com

Singkat cerita, saya kembali ke kampung halaman setelah dua bulan bekerja di percetakan. Kebetulan waktu itu guru SMA saya menawari sebuah beasiswa di Universitas Terbuka. Saya yang memang mempunyai keinginan untuk kembali belajar segera menyiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan untuk mengikuti memenuhi syarat pendaftaran.

Waktu itu saya dilarang untuk bekerja lagi sampai ada kepastian lolos atau tidaknya saya masuk ke Universitas Terbuka tersebut. Besar harapan saya untuk kembali melanjutkan studi saya, dan besar pula kemungkinan untuk diterima. Karena guru saya ditunjuk langsung oleh salah satu pengurus Universitas tersebut untuk memasukkan tiga orang alumni dari SMA saya untuk melanjutkan kuliah di sana.

Simpang Siur

theodysseyonline.com

 

Beberapa bulan menunggu kepastian, ternyata harapan saya untuk melanjutkan studi harus sirna. Alasannya karena ada kesalahan pada saat input data, sehingga berkas yang sudah saya berikan tidak ada satu pun yang ter verifikasi. Mungkin belum waktunya saya kuliah.

Kembali Ke Masa Lalu

changwoncity.wordpress.com

Setelah kejadian itu, saya kembali bekerja sebagai serabutan di sekitar daerah saya. Mulai ke pasar membantu orang tua, berjualan maranggi di Bogor, hingga berjualan ikan di Sukabumi.Masing-masing pekerjaan tersebut tidak lama saya jalani. Di bogor tiga bulan, begitu pula di Sukabumi.

Dikenalkan Dengan Sintesa

sites.google.com

 

Sampai akhirnya di bulan Januari 2017 Umi memberi tahu tentang sintesa kepada saya. Saya diminta untuk ikut daftar. Padahal waktu itu saya belum mempunyai laptop yang merupakan syarat pendaftaran bagi calon santri.
Namun, karena dorongan orang tua akhirnya saya mendaftar. Alhamdulillah nama saya ada diantara duapuluh satu santri lain dari berbagai daerah yang diterima menjadi santri Sintesa angkatan lima.

Nyaris

harianwartanasional.com

 

Saya berangkat dari Cianjur pada hari Sabtu, 18 februari 2016. Ada sebuah pengalaman yang membuat saya melihat jam berkali-kali. Yaitu ketika terjebak macet di jalanan Kota Bandung beberapa menit sebelum jadwal kereta saya berangkat. Alhamdulillah saya bisa sampai di stasiun Kiara condong tiga menit sebelum keberangkatan kereta. Itu adalah sebuah pengalaman yang tidak akan terlupakan.

Selamat Datang di Sintesa

arraziibrahim.com

Saya berharap dapat menemukan potensi yang saya miliki dan dapat menyerap banyak ilmu dari para guru di Sintesa. Selain itu, saya juga berharap dapat mencapai target hafalan yaitu dua juz selama setahun, agar ilmu yang dimiliki juga seimbang antara ilmu dunia dan akhirat. Semoga apa yang menjadi harapan saya dapat terwujud. Aamiiin.

Tinggalkan komentar