});

18+, Pengalaman Sekolah SD di Desa [Baca Sampai Habis]

Pengalaman Sekolah SD di Desa – Postingan kali ini akan kalian rasakan juga jika kalian sekarang berusia diatas 18 tahun. Masa SD yang kalian alami di awal tahun 2000-an pasti sangat berkesan. Sebuah zaman dimana hp yang cuma bisa nelpon serasa iphone di zaman sekarang. Satu masa ketika kebahagiaan bisa didapat tanpa ditemani oleh canggihnya teknologi.

Masa Sekolah Dasar adalah masa yang paling berkesan. Secara umum, mungkin kalian merasakan hal-hal yang sama ketika SD. Tapi, Sekolah Dasar di kampung itu beda, bro. Perbedaan yang mencolok tentu saja suasana geografisnya. Saya kalau mau berenang tinggal ke kali, lapangan untuk main bola banyak. Lapar? Disini banyak kebun buah bro. Hehehe.

thayyiba.com

Kalian yang sekolah di kota mungkin diunggulkan dengan fasilitas belajar yang lengkap. Namun kami yang di desa diunggulkan dengan fasilitas bermain yang lengkap. Sejujurnya,  aku menghabiskan waktu SD  dengan banyak bermain, bukan belajar. Ya, namanya juga anak-anak.

Ada banyak pengalaman unik di SD yang aku alami. Beberapa hal mungkin tidak kalian alami jika bersekolah di kota. Berikut ini beberapa hal unik yang identik dengan Sekolah Dasar di desa.

 

Tempat Bermain Saya Pindah ke Sekolah

wahyuti4tklarasati.blogspot.co.id

Masa kanak-kanak adalah masa seseorang menghabiskan waktu untuk bermain. Waktu itu, belum ada yang namanya TK di desa ku. Jadi, SD adalah tempat belajar pertama. Di masa ini, ada masa transisi perubahan jadwal bermain yang sulit dirubah. Bangun tidur, makan, main kelereng, main bola dan diving ke kali adalah kegiatan sehari-hari saya sebelum masuk sekolah.

Setelah masuk sekolah, anak-anak di desa akan memindahkan semua tempat bermain mereka ke sekolah. Main kelereng di sekolah, main bola di sekolah, dan lain-lain. Bahkan aku jadi punya permainan baru, lempar-lemparan penghapus kapur dan “abc ada berapa”. Intinya, satu bulan pertama di Sekolah, aku tidak merasa sedang sekolah. Full time bermain, bro.

 

Guru Abadi Kelas 1 SD

pengalaman sekolah sd di desaku
jawapos.com

Posisi mendidik murid kelas 1 SD tidak bisa digantikan oleh guru lain yang bahkan lebih pintar. Mendidik anak-anak yang hiperaktif membutuhkan kesabaran tingkat dewa. Sosok perempuan adalah solusinya. Bayangkan kalau gurunya laki-laki. Lima menit sekali pasti ada yang dihukum.

Waktu itu, guru kelas 1 SD kami bahkan cenderung mengalah. Kalau Ibu guru melihat aku dan teman sekelas sedang bermain, ia lebih memilih untuk tidak masuk kelas, lho. Entah karena sabar atau tidak mau ambil pusing. Seharusnya pelajaran dimulai pkl. 07.00, namun Ibu guru baru masuk setengah jam kemudian.

Sebuah trik mengajar yang baru aku pahami sekarang. Ibu guru membiarkan kami kelelahan dulu, baru masuk kelas. Pokoknya smart banget triknya bu.

 

Logam Bunga Melati Penghilang Lapar dan Haus

pengalaman sekolah sd di desaku
imagegambar.com

Pengalaman sekolah SD di desa ku terjadi awal tahun 2000. Ketika semua jajanan sekolah masih super duper murah. Beberapa jajanan yang aku ingat waktu itu adalah bajigur seharga Rp. 200. Aku bersekolah di daerah Jawa Barat, silahkan tebak dimana. Oke, lanjut. Mie rebus yang mereknya TOP masih Rp. 500 (direbus lho bro). Waktu itu, marima* seduh juga masih Rp 200. Sekarang punya uang Rp. 500 bisa apa? Parkiran motor aja Rp. 2.000, hahaha.

 

Seminggu Sekali Memperingati Hari Olahraga Nasional

lupadaratan.com

Secara umum hari olahraga nasional diperingati setiap tanggal 9 September. Tanggal itu merupakan tanggal dilaksanakannya PON di kota Solo untuk pertama kalinya. Aku dan teman SD berolahraga seminggu sekali. Saat pelajaran olahraga, aku selalu main ke lapangan bola yang jaraknya tidak jauh dari sekolah.

Sebut saja guru olahraga ku waktu itu pak Ahmad. Beliau selalu membimbing kami pemanasan dan lari-lari kecil di lapangan. Menjelang waktu olahraga habis, beliau kembali ke sekolah dan menyarankan kami (saya dan teman-teman) untuk segera kembali ke sekolah. Sebagai bentuk rasa peduli kami pada kesehatan, kami main bola sampai lupa waktu dan tidak menghiraukan anjuran pak Ahmad.

Hal itu sering terjadi. Namun beliau memaklumi karena kebetulan waktu itu lapangan yang kami gunakan baru selesai dibangun. Kebayang, gimana anak kecil yang baru liat lapangan? Kami bisa main bola beberapa jam, bahkan sampai waktu pulang tiba. Jumlah murid yang banyak dalam satu kelas membuat kami tidak terlalu capek bermain.

Satu hari yang paling kami tunggu dalam satu minggu bukan hari Ahad saat libur sekolah. Tapi, hari disaat kami bisa bermain bola bersama di lapangan dekat sekolah. Sepulang dari lapangan, baju kotor adalah ciri khas saya dan teman-teman. Pada beberapa kasus bahkan guru kami pernah menyuruh pulang untuk segera mandi. Otomatis kegiatan belajar mengajar tidak dilanjutkan. Itulah surga dunia bagi ku dan teman-teman waktu itu.

 

Diving, Olahraga Wajib Setelah Olahraga

ekafikry.blogspot.com

Terkadang, kesadaran aku dan teman-teman terhadap pentingnya berolahraga menanjak drastis. Salah satu penyebabya jika lapangan bola tempat kami berolahraga becek karena diguyur hujan. Otomatis baju yang kami gunakan berkamuflase dengan warna tanah. Sebuah pengalaman sekolah SD di desa yang tidak bisa di alami oleh ana-anak kota.

Salah satu cara untuk membersihkannya adalah dengan mandi di sungai dekat sekolah. Saya dan teman-teman tidak pernah izin untuk urusan yang satu ini. Alasannya simpel, selalu dilarang. Meskipun selalu dimarahi sepulang ngojay (sunda: berenang), tapi saya tidak pernah kapok. Maklumlah, namanya juga bocah.

 

Baju Olahraga, Warisan Kakak Kelas yang Tidak Ternilai

banyuwangikab.go.id

Kebiasaan unik ini mungkin hanya aku dan beberapa orang alami. Di tempataku sekolah SD dulu, aku dan teman-teman yang lain selalu menghampiri kakak kelas setelah kelulusan. Banyak dari kami yang secara terang-terangan meminta baju olahraga mereka. Dengan mudah kaos olahraga second berkualitas bisa kami dapatkan.

Kebiasaan ini sudah jadi tradisi tahunan. Bahkan teman ku pernah mendapat baju olahraga yang sudah beberapa kali diwariskan. Jangan bayangkan bagaimana evolusi warna kaosnya.  Kami tidak memikirkan itu sedikitpun, yang penting waktu masuk sekolah nantikami punya sesuatu yang baru untuk dipamerkan, hahaha.

 

Pengalaman Sekolah SD di Desa ku, Wisata Kuliner Gratis

flickr.com

Salah satu keunggulan bersekolah di desa ku waktu itu adalah lokasi sekolah yang dekat dengan rumah. Semua teman sekolah dari kelas 1-6 bahkan tinggal di satu desa yang sama. Saya dan teman-teman sering kali menghabiskan waktu istirahat untuk mengunjungi salah satu rumah teman.

Alhamdulillah. Niat silaturahmi ke rumah teman selalu membuat kami pulang dengan tangan kosong dan perut yang plong, haha. Rata-rata pekerjaan orang tua murid di desa saya adalah buruh tani. Mereka baru pulang ketika adzan dzuhur. Jadi terkadang rumah teman yang kami kunjungi kosong tak berpenghuni.

 

Lomba Sprint Sepulang Sekolah

kknbrajistkippgrisumenep.blogspot.co.id

Sudah tidak aneh jika di saat SD punya teman yang rumahnya satu arah. Momen ini salah satu hal yang paling berkesan dari pengalaman sekolah SD di desa ku. Rusli, teman SD yang arah rumahnya sama denganku selalu mengajak lomba lari sepulang sekolah.

Kami sudah menyiapkan kuda-kuda saat doa pulang dimulai. Sebelumnya, kami melepas sepatu sebagai salah satu syarat perlombaan. Ketika ketua murid mengucapkan “beri salam”, itu adalah kode “bersedia”. Kemudian teman sekelas menjawab “Assalaamuálaikum warohmatullohi wabarokaatuh”. Kata itu adalah kode “siap”.

Kode yang terakhir yaitu saat guru menjawab salam dengan kata “waálaikumussalam warohmatullohi wabarokaatuh”. Secara serentak kami akan mengucapkan “mulai!” dan lomba pun dimulai. Kami lari paling awal untuk bersalaman pada guru terlebih dahulu. Kemudian langsung meninggalkan kelas dan berlari menuju rumah.

 

Hiking, Aktifitas Rutin Mengisi Waktu Luang

pengalaman sekolah sd di desa
sibolang-thejunglekids.blogspot.com

Bermain mendaki beberapa bukit adalah salah satu pengalaman sekolah sd di desa ku. Aktifitas ini biasa aku dan teman SD rencanakan. Waktunya jika ada buah matang di kebun teman ku. Apapun jenis buahnya. Sedikit mirip dengan acara sibolang itu, lho.

***

Begitulah pengalaman sekolah SD di desa ku. Aku berharap dapat mengingatkan kalian tentang pengalaman SD dulu. Pengalaman yang mungkin tidak akan bisa dialami oleh anak-anak zaman sekarang. Jadi, kenanglah kenangan kalian dan ceritakan pada adik-adik kalian.

Terimakasih sudah mau membaca sampai akhir. Untuk artikel menarik lainnya silahkan baca postingan selanjutnya.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.