});

Peribahasa Sunda dan Artinya Tema Agama, Lucu, Cinta, Dilengkapi Contoh Kalimat

Peribasa Sunda dan artinya biasanya digunakan untuk menjelaskan suatu maksud ata tujuan menggunakan bahasa yang umumnya menggunakan bahasa perumpamaan. peribahasa sunda memiliki beberapa keunikan dan jenis yang menarik, berikut ini ulasan yang lebih lengkap tentang peribahasa Sunda dan artinya.

Sebagai tambahan pengetahuan, karena artikel ini akan membahas peribahasa Sunda dan artinya, maka penulisannya saya  sesuaikan. Dalam penulisan Bahasa Sunda, ada 2 jenus huruf “E”. Pertama adalah “e” tanpa tanda petik atas yang digunakan dalam kata seperti embung, mending, melas, dll. Kedua adalah (é) dengan strip diatas yang digunakan untuk kata seperti éntog, ékah, énak, dll.

Pengertian Peribahasa Sunda

peribahasa sunda dan artinya
pixabay.com

Peribahasa Sunda dalam bahasa daerahnya disebut paribasa Sunda. Paribasa hartina sarua jeung ibarat, upama, jeung saterusna dina wangun kalimah. Artinya, sebuah kalimat untuk mengungkapkan maksud tertentu dengan meggunakan bahasa yang berbeda seperti perumpamaan dan perbandingan.

Peribahasa Sunda memiliki banyak jenis dan dikelompokkan menjadi beberapa sub yang dibagi berdasarkan maksud atau pesan yang disampaikan melalui artinya. Berikut ini beberapa jenis peribahasa Sunda lengkap dengan contoh kalimat dan pembahasan maksudnya.

Peribahasa Sunda Agama

kubah1001.com

Supaya artikelnya lebih religius, saya masukkan kategori agama di urutan pertama. Peribahasa Sunda tentang agama ini mengandung arti yang sangat bermakna. Isinya mengandung pesan yang sangat pas dengan kehidupan sehari-hari.

Biasanya peribahasa ini digunakan oleh pemuka agama seperti ustadz untuk lebih meyakinkan jamaahnya. Berikut ini beberapa contoh peribahasa sunda tema agama. Saya lengkapi dengan pengertian, dan contoh kalimat untuk memudahkan pemahaman kalian.

1. Nimu Luang Tina Burang

peribahasa sunda dan contohnya
shaoerw.com

Arti peribahasa Sunda ini adalah mencari hikmah dari setiap kejadian. Sebuah pesan yang biasanya diungkapkan ketika ada seseorang yang terkena musibah seperti kecelakaan atau kehilangan sesuatu. Pepatah Sunda ini mengajarkan kita untuk selalu husnu dzon kepada Alloh SWT.

Contoh kalimat penggunaan pepatah Sunda yang satu ini adalah ketika situasi mempunyai teman yang menjadi korban kecelakaan. “Ulah pati teung dipikiran, manéh kudu bisa nimu luang tina burang, sing sabar” Secara bahasa, kalimat ini mengandung arti “jangan terlalu dipikirkan, kamu harus mencari hikmah dari setiap kejadian, bersabarlah.”

2. Melak Cabé Jadi Cabé, Melak Bonténg Jadi Bonténg

contoh peribahasa sunda dan artinya
pixabay.com

Peribahasa selanjutnya adalah melak cabé jadi cabé, melak bonténg jadi bonténg, melak hadé jadi hadé, melak goréng jadi goréng. Jika peribahasa Sunda ini diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, maka kalimatnya menjadi menanam cabe akan panen cabe, menanam timun akan panen timun, menanam kebaikan akan panen kebaikan, menanam keburukan akan memanen keburukan.

Contoh penggunaan peribahasa Sunda ini seperti berikut. “Matakna Gus, lamun hayang dipihormat ku batur manéh kudu mihormat ka batur. Melak cabé jadi cabé, melak bonténg jadi bonténg, melak hadé jadi hadé, melak goréng jadi goréng. Lamun manéh hadé ka batur, batur gé bakal hadé ka manéh. Lamun manéh goréng ka batur, wayahna kudu daék digoréngkeun ku batur.”

Dalam Bahasa Indonesia, kalimat tersebut mempunyai arti seperti ini. “Makanya Gus, kalau mau dihormati orang, kamu harus menghormati orang lain. Menanam cabe jadi cabe, menanam timun jadi timun, menanam kebaikan jadi kebaikan, menanam keburukan yang jadi juga keburukan. Kalau kamu sopan kepada orang lain, mereka juga akan sopan kepadamu. Tapi kalau sikap kamu jelek terhadap orang lain, kamu harus siap juga dijelekkan orang.”

Makna dari peribahasa Sunda ini adalah bahwa apa yang kita dapatkan akan sesuai dengan apa yang kita usahakan. Apa yang kita panen akan sesuai dengan apa yang kita tanam. Jika kita menginginkan kebaikan, maka kita harus menanam kebaikan. Peribahasa ini menitik beratkan pada balasan sifat orang lain yang akan sesuai dengan bagaimana sikap kita terhadap orang tersebut. Jika kita ramah, mudah bergaul, kita akan mendapat respon yang sesuai dengan sikap yang kita tunjukkan. Begitu pula sebaliknya.

3. Mulih ka Jati Mulang ka Asal

peribahasa sunda dan artinya
thebethak.blogspot.com

Dalam arti yang sempit, peribahasa ini artinya kembali ke tempat kita berasal dan pulang ke tempat kita berasal. Arti yang lebih kompleksnya adalah semua yang berasal dari Alloh SWT dan akan kembali ke pemilik asalnya yaitu Alloh SWT. Peribahasa Sunda ini biasanya digunakan untuk memberikan pengumuman jika ada orang meninggal di daerah Jawa Barat yang menggunakan bahasa Sunda.

Contoh kalimat peribahasa Sunda ini sebagai berikut. “Parantos mulih ka jati mulang ka asal, Bapak Dikdik Hidayat, nembé pisan tabuh 10.15 di bumina. Mugi-mugi amal ibadahna ditampi ku Alloh SWT. Dihampura sadaya dosana, aamiiin.”  Arti bahasa Indonesianya adalah “telah mulih ka jati mulang ka asal Bapak Dikdik Hidayat, baru saja pada jam 10.15 di rumahnya. Semoga amal ibadahnya diterima Alloh SWT dan diampuni semua dosanya, aamiiin.

Peribahasa Sunda dengan tema agama ini mengingatkan kita bahwa kita diciptakan oleh Alloh SWT, dan akan kembali hanya kepada-Nya. Kalian yang tinggal di lingkungan yang berbahasa Sunda mungkin tidak asing dengan peribahasa Sunda yang satu ini. Alasannya karena peribahasa ini sering diucapkan untuk mengumumkan jika ada orang yang meninggal.

Peribahasa Sunda Buhun atau Kuno

newnetherlandinstitute.org

Peribahasa Sunda buhun adalah peribahasa yang biasa diucapkan atau digunakan oleh orangtua zaman. Peribahasa ini biasanya mengandung arti yang sangat dalam namun penggunaannya jarang sekali ditemui pada masyarakat Sunda saat ini. Beberapa peribahasa buhun mengambil tema tentang alam, hingga nasehat-nasehat orangtua. Baik itu untuk anaknya maupun masyarakat luas secara umum.

Peribahasa Sunda buhun atau kuno saat ini sudah jarang digunakan dalam dialog masyarakat Sunda. Beberapa mungkin digunakan sebagai cara untuk menyampaikan pesan dalam beberapa pidato. Temanya yang beragam dan arti kalimat yang mendalam menjadi ciri khas peribahasa buhun. Berikut ini beberapa contoh peribahasa buhun atau kuno beserta arti, contoh kalimat, dan maknanya.

1. Leuweung Ruksak, Cai Béak, Manusa Balangsak

peribahasa sunda dan artinya
pixabay.com

Hutan rusak, air habis, manusia sengsara. Itulah makna yang terkandung dalam peribahasa buhun ini. Perlu digaris bawahi bahwa penggunaan béak merupakan bahasa Sunda kasar. Artinya adalah habis, sedangkan bahasa Sunda halusnya adalah  séép atau imeut. Lalu kenapa kata béak yang dipilih untuk melengkapi peribahasa ini? Jawabannya adalah untuk menggambarkan émosi marah karena hutan dirusak.

Peribahasa Sunda ini hadir untuk menunjukkan dua keadaan. Pertama keadaan masyarakat desa yang daerahnya dieksploitasi untuk kepentingan industri. Hutan mereka dirusak, membuat pasokan air menipis, dan manusia sengsara karena kehilangan mata pencaharian yang rata-rata sebagai petani.

Kedua adalah untuk menggambarkan perbedaan keadaan masa lalu dan realita saat ini. Umumnya di daerah yang mengalami penurunan kualitas hidup, ketersediaan air, dan volume tumbuhan di hutan. Jika dahulu hutan masih rimbun, air dapat didapat dengan mudah, dan masyarakat sejahtera. Kini hutan mulai gundul, air bersih mulai susah, dan keadaan ekonomi semakin memprihatinkan.

Contoh kalimat yang menggunakan peribahasa Sunda ini adalah: “jaman kiwari mah leuweung ruksak, cai béak, manusa balangsak.”  Artinya “jaman sekarang hutan sudah rusak, air habis, manusia sengsara.” Itulah contoh peribahasa sunda dan artinya yang biasa diucapkan untuk menggambar kondisi saat ini.

2. Gunung Teu Meunang Dilebur, Sagara Teu Meunang Diruksak

thejournal.ie

Peribahasa Sunda dan artinya selanjutnya dengan jenis peribahasa buhun adalah gunung teu meunang dilebur, sagara teu meunang diruksak, buyut teu meunang dirempak. Arti dari peribahasa Sunda ini adalah gunung jangan dihancurkan, laut jangan dirusak, dan sejarah jangan dilupakan. Sebuah peribahasa Sunda yang dapat memicu rasa peduli terhadap alam dan meningkatkan rasa bangga dan menjaga sejarah.

Satu persatu saya akan bahan pesan yang tersirat dari peribahasa sunda ini. Gunung teu meunang dilebur, artinya gunung jangan dihancurkan. Banyak gunung yang saat ini dihancurkan dan di eksploitasi untuk mendapatkan sumber daya tertentu hingga merusak alam. Sebagai contoh konkrit, Gunung Tembaga Pura di papua yang di eksplorasi oleh PT. Freeport awalnya menjulang ke atas. Kini, gunung itu menjadi cekung ke bawah karena tingkat eksploitasi yang tinggi.

Sagara teu meunang dirusak, artinya laut jangan dirusak. Kata sagara dalam bahasa Sunda mencakup semua yang berhubungan dengan laut seperti pantai, terumbu karang, dan unsur penting ekosistem laut lainnya. Kemudian buyut teu meunang dirempak, artinya sejarah jangan dilupakan. Dua kata sebelumnya membahas tentang alam, dan uniknya yang terakhir mempunyai pesan terkait tentang sejarah.

Contoh penggunaan peribahasanya sebagai berikut: “Omat jang, hiji nu kudu di émutan ku anjeun, alam Indonesia ieu éndah kacida. Gunung teu meunang dilebur, sagara teu meunang diruksak, buyut teu meunang dirempak. Sangkan anak incu manéh bisa ngalaman éndahna alam ieu.” Artinya “nak, satu hal yang harus kamu ingat, alam Indonesia ini sangat indah. Gunung jangan dihancurkan, laut jangan dirusak, sejarah jangan dilupakan. Supaya nanti anak cucu kamu tahu betapa indahnya Indonesia.”

3. Tatangkalan di Leuweung téh Kudu Dipupusti

pinterest.com

Arti peribahasa Sunda ini adalah pepohonan di hutan harus dihormati. Hampir mirip dengan peribahasa sebelumnya, namun hanya mempunyai satu pesan yang disampaikan dengan penggunaan kata yang lebih efektif. Jika ditafsirkan lebih jauh lagi, kata dipupusti dalam bahasa sunda mengandung makna benar-benar atau sangat dihormati. Menggambarkan bahwa pohon itu sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan ini.

Contoh penggunaan kalimatnya adalah: “sangkan leuweung bisa manfaat, tatangkalan di leuweung kudu dipupusti.” Artinya adalah “supaya hutan bisa dimanfaatkan, pepohonan di hutan harus dihormati.” Kata dihormati disini mengandung arti bagaimana kita menggunakannya, menebangnya, dan meraatnya sesuai dengan aturan atau syarat-syarat tertentu. Tujuannya agar tidak merusak ekosistem dan dapat mendapat manfaat yang berkesinambungan.

Peribahasa Sunda Bijak

peribahasa sunda lengkap
pixabay.com

Salah satu jenis peribahasa Sunda lainnya adalah peribahasa Sunda bijak. Peribahasa ini sering digunakan oleh seseorang untuk memberi nasehat. entah itu dari orangtua kepada anaknya, guru kepada murid, orang yang lebih tua kepada yang lebih muda, atau yang lainnya.

Peribahasa ini sangat bermanfaat supaya pesan yang disampaikan lebih bermakna dan mudah dipahami. Karena pesan yang terkandung dalam peribahasa Sunda bijak ini menggunakan kata-kaya yang santun, mudah dipahami, dan mengandung pesan yang mendalam. Berikut ini beberapa contoh peribahasa Sunda dan artinya dengan tema yang bijak.

1. Omat Urang Kudu Bisa Ngaji Diri

kiblatmuslimah.com

Arti peribahasa Sunda diatas adalah kita harus bisa bercermin dan menilai diri kita sendiri. Pesan yang ingin disampaikan melalui peribahasa ini adalah bahwa introspeksi diri lebih bermanfaat untuk meningkatkan kualitas jiwa dan akhlak kita. Dengan mengetahui keterbatasan diri, kita akan sadar bahwa kita ini adalah mahluk yang penuh dengan kesalahan dan jauh dari kesempurnaan.

Contoh kalimatnya: “sangkan hirup urang tentrem, manfaat, urang kudu bisa ngaji diri, ulah riweuh nguruskeun amalan batur.” Artinya: “supaya hidup kita tentram, manfaat, kita harus bisa bercermin pada diri kita sendiri. Jangan sampai kita sibuk mengurusi urusan orang lain.” kalimat ini juga mengandung pesan supaya kita terhindar dari ghibah dan mencari-cari kesalahan orang lain.

2. Taat Sumebah kanu Janten Rama, Sumujud Tumut kanu Janten Ibu

peribahasa sunda dan contoh kalimatnya
papapisdada.com

Arti dari peribahasa ini adalah mentaati perintah ayah, menghargai kasih sayang ibu. Sebuah ungkapan tentang hakikat dan kesopanan seorang anak kepada orangtuanya. Bukan sebagai bentuk balas jasa atas apa yang sudah mereka berikan, karena tidak ada balasan yang setimpal untuk pengorbanan orangtua.

Pepatah ini lebih menekankan tentang hakikat seorang anak yang harus dijaga. Contoh kalimatnya adalah: “lamun hirup hayang bagja dunya akhérat, téangan rido kolot ku taat sumebah kanu janten rama, sumujud tumut kanu janten ibu.” Terjemahan bahasa Indonesianya adalah: “jika hidupmu ingin bahagia dunia akhirat, carilah rido orangtua dengan taat kepada ayah dan hargai kasih sayang ibu.”

Peribahasa Sunda dan Artinya Tema Pépéling

peribahasa sunda dan artinya
outlawjimmy.com

Peribahasa Sunda pépéling biasanya digunakan untuk mengingatkan tentang sesuatu hal. Entah itu berupa masalah dunia, akhirat, maupun kehidupan sehari-hari. Ada banyak contoh peribahasa jenis ini. Namun untuk memudahkan pemahaman, saya akan bahas beberapa saja.

Namun jika kalian mau request contoh tambahan, kalian bisa mengisi kolom komentar. Insya Alloh fast respons, hehe. Sebagai contoh pembahasan, silahkan perhatikan contoh peribahasa sunda pépéling dibawah ini. Sementara contohnya 2 dulu, ya.

1. Néangan Ruang ti Papada Urang

peribahasa sunda
mohamed-sabry.com

Artinya adalah belajar dari pengetahuan orang lain. Lebih tepatnya ini merupakan sebuah cara belajar dengan mengamati keunggulan atau keahlian orang lain. Contohnya orang yang diam di bengkel, tidak tanya ataupun belajar. Dia hanya memperhatikan montir membongkar pasang mesin setiap hari. Hingga akhirnya ia dapat mengerti berdasarkan pemahaman yang ia lihat.

Contoh kalimat untuk menggunakan peribahasa Sunda ini adalah: “kur saeutik jalma nu bisa néangan ruang ti papada urang, sabab ngabutuhkeun kapekaan anu hadé.” Hanya sedikit orang yang bisa melakukan pembelajaran dengan belajar dari pengetahuan orang lain. Cara ini membutuhkan kepekaan dan insting yang sangat bagus.”

2. Hérang Caina Beunang Laukna

blenderartists.org

Secara harfiah, peribahasa ini berarti jernih airnya, dapat ikannya. Maksud dari peribahasa ini adalah mendapatkan sesuatu dengan cara yang baik atau halal. Tanpa ada pihak yang dirugikan. Dapat juga diartikan mencari jalan tengah dalam sebuah permasalahan.

Contoh penggunaan kalimatnya adalah: “genah haté lamun usaha tengtrem mah, hérang caina, beunang laukna.” Kalimat bahasa Indonesianya adalah “hati akan tentram jika mendapatkan sesuatu dari cara yang baik dan halal.”

Peribahasa Sunda Tentang Cinta

peribahasa pondok jodo panjang baraya
wisgoon.com

Inilah peribahasa Sunda yang mungkin paling dicari oleh kaum remaja. Mungkin juga para orangtua yang kembali ingin merasakan rasanya dimabuk asmara, oooh. saking kayanya budaya Sunda, salah satu jenis peribahasa mereka ada yang bertema cinta.

Peribahasa ini bisa disesuaikan dengan kondisi hati kalian. Tinggal modifikasi sedikit kata-katanya supaya lebih sesuai dengan keadaan yang sedang kalian alami. Berikut ini contoh peribahasa Sunda tentang cinta berikut penjelasan dan contoh kalimatnya.

 1. Pondok Jodo Panjang Baraya

peribahasa sunda tentang cinta
eyeem.com

Meskipun bukan jodoh, tapi persaudaraan harus terus dijaga. Itulah arti dari peribahasa sunda tentang cinta yang satu ini. Penggunaannya cocok untuk kalian yang, jeng jeng. Putus cinta, haha. Ya, dari artinya jelas menafsirkan bahwa kata-katanya menunjukkan sebuah hubungan yang tidak bisa dilanjutkan. Sabar ya, mblo.

Contoh penggunaan kalimatnya adalah: “sanajan urang moal bisa ngahiji deui, nu pentingmah pondok jodo panjang baraya.” Dikasih terjemah jangan, ya? Ini artinya mengandung unsur jomblo lho, haha. Oke, artinya adalah: “meskipun kita sudah tidak bisa bersatu, walau bukan jodoh tapi persaudaraan harus terus dijaga.”

2. Sanajan Urang Paanggang, Hatémah Paanjang-anjang

contoh peribahasa sunda
mehek.in

Peribahasa lengkapnya adalah sanajan urang paanggang, hatémah paanjang-anjang, sanajan urang papisah, kanu Maha Kawasa urang sumerah pasrah. Arti dari peribahasa Sunda ini adalah: meskipun kita berjauhan, tapi hati kita berdekatan, meskipun kita berpisah, kepada Yang Maha Kuasa kita berpasrah.”

Peribahasa ini mengandung makna tentang 2 insan yang saling menyayangi namun terpisah oleh ruang dan waktu. Meskipun begitu, hati mereka tetap bersatu. Dengan doa mereka berihtiar supaya dapat kembali bertemu. Ya, kurang lebih seperti itu.

Peribahasa Sunda Tentang Kehidupan

contoh peribahasa sunda
plus.google.com

Peribahasa Sunda ini sepertinya sedikit memaksakan ketika saya masukkan kedalam kategori tentang kehidupan. Saya sudah kehabisan materi lagi untuk ditulis, haha. Mungkin ada sedikit rukhsoh untuk yang satu ini. Tapi saya harap kalian mau membacanya sampai habis sebagai tambahan ilmu pengetahuan.

Peribahasa ini mengandung arti yang mendalam dengan pesan yang tersimpan. Pesannya biasanya sesuatu yang berkesan dalam menjalani kehidupan. Seperti sebuah persahabatan, persaudaraan, dan motivasi untuk menjalani hidup dengan penuh semangat. Berikut ini contoh dan penjelasannya.

1. Cai Karacak Ninggang Batu Lila-Lila Jadi Legok

peribahasa sunda
plus.google.com

Terjemahan Bahasa Indonesianya adalah tetesan air yang menjatuhi batu lama kelamaan bisa membuat cekungan pada batu. Peribahasa ini mengandung arti yang sangat dalam tentang sebuah perjuangan. Ingat baik-baik pengertiannya diatas. Sebuah batu, yang umumnya keras. Namun dengan tetesan air jika itu terus menerus bisa membuat batu itu berlubang.

Begitu pula kehidupan kita sehari-hari. Seberat apapun masalah, pelajaran, atau ilmu yang ingin kita taklukkan. Jika kita terus berusaha, maka apa yang kita inginkan bisa kita dapatkan. Contoh penggunaan kalimatnya adalah: “najan ayeuna manéh bodo, kudu inget yén cai karacak ninggang batu lila-lila jadi legok.” Artinya: “meskipun sekarang kamu belum pintar, kamu harus ingat bahwa jika ada tetesan air yang terus menerus menetesi batu, lama-lama akan membuat batu itu cekung.”

2. Bengkung Ngariung Bongkok Ngaronyok

peribahasa sunda dan artinya
ribalych.ru

Artinya adalah walaupun hidup susah, setidaknya masih bisa berkumpul bersama saudara. Sebuah pesan kekeluargaan yang sangat menyentuh. Dibalut dalam sebuah peribahasa dengan tata bahasa yang sangat baik. Memberi pesan bahwa berkumpul bersama saudara dapat menghilangkan kesusahan yang kita rasakan. berkumpul bersama, saling bercanda, dan tertawa bahagia meski hidup penuh dengan kesederhanaan.

Kalau orang Jawa mungkin bilang “mangan ra mangan sing penting kumpul.” Contoh penggunaan peribahasa ini dalam prakteknya sehari-hari adalah: “sanajan hirup saayana, salila bengkung ngariung bongkok ngaronyok, bisa kénéh bagja lamun deukeut jeung baraya.” Artinya: “meskipun hidup sederhana, selama masih bisa berkumpul bersama saudara, masih bisa bahagia jika akur dan dekat dengan saudara.”

***

Lumayan, ning lur. Nulis téh capé, haha. Mungkin sekian dulu pembahasan saya mengenai peribahasa sunda dan artinya. Ada banyak peribahasa Sunda lain diluar sana yang butuh penafsiran dan contoh kaliamat untuk menjelaskannya. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan isi kolom komentar.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.